Skip to main content

Posts

Showing posts from November, 2025

Tindakan yang harus dilakukan setelah terjadinya tabrakan

  1. Berdasarkan STCW Convention, 1978, as amended (STCW Code – Section A-VI/1 dan Table A-VI/1-1: Personal survival techniques , serta A-VI/2: Fire prevention and fire-fighting , dan A-VI/3: Elementary first aid ) STCW mengharuskan seluruh pelaut memiliki kompetensi dalam menghadapi situasi darurat di kapal, termasuk collision atau grounding . Dalam kompetensi tersebut dijelaskan bahwa pelaut harus mampu: Mengambil tindakan darurat untuk menyelamatkan kapal, awak, dan penumpang setelah tabrakan. Melaksanakan prosedur darurat sesuai Standing Orders dan Safety Management System (SMS) perusahaan. Memastikan mesin dihentikan untuk mencegah kerusakan lebih lanjut , pintu kedap air (watertight doors) ditutup untuk menjaga integritas kedap air kapal , dan alarm umum (general alarm) dibunyikan untuk menginformasikan seluruh awak. 2. Berdasarkan SOLAS Convention – Consolidated Edition, 2009 (SOLAS Chapter III – Life-saving appliances and arrangements , Regulation 8; SOLAS...

Program pelatihan terstruktur di atas kapal

  Pentingnya pelatihan yang terencana, sistematis, dan terstruktur selama berada di kapal. Pelatihan di atas kapal tidak boleh dilakukan secara sembarangan atau tidak terarah, tetapi harus: Mengikuti program dan jadwal yang jelas , Berdasarkan kompetensi yang harus dicapai sesuai dengan standar IMO/STCW, Didampingi oleh officer yang berpengalaman atau mentor , Dan harus ada catatan kemajuan (training record book) untuk memastikan pelatihan benar-benar terlaksana. Tujuannya agar calon perwira atau awak kapal: Memahami tanggung jawabnya dengan benar, Mampu mengoperasikan kapal dengan aman, Menerapkan prosedur keselamatan dan navigasi yang sesuai standar internasional. Pelatihan di kapal (shipboard training) yang telah dirancang secara terstruktur dilaksanakan secara efektif agar tujuan pembelajaran tercapai. “Penerapan yang efektif” berarti pelatihan tidak hanya dilakukan sebagai formalitas, tetapi benar-benar membantu peserta (kadet atau awak kapal) memp...

Perhitungan trim dan draft dengan menggunakan tabel trim

  Tabel trim (Trim Tables) adalah tabel yang menunjukkan bagaimana draft di tengah kapal (mean draught) dan draft di haluan atau buritan akan berubah ketika terjadi perubahan trim akibat pemindahan muatan atau perubahan berat kapal. Tujuan penggunaannya: Untuk menentukan draft di haluan dan buritan ketika kapal memiliki trim tertentu. Untuk menghitung perubahan trim akibat pemindahan beban ke depan atau ke belakang. Untuk memperkirakan posisi garis air kapal dalam berbagai kondisi pemuatan. Dengan demikian, kemampuan melakukan perhitungan trim dan draft menggunakan tabel trim termasuk dalam kompetensi perwira navigasi tingkat operasional (Operational Level) sesuai STCW Code Table A-II/1 — yaitu dalam area kompetensi “Monitor the loading, stowage, securing and unloading of cargoes and their care during the voyage.” Trim adalah selisih antara draft buritan (draught aft) dan draft haluan (draught forward) Trim menunjukkan kemiringan kapal ke depan atau ke belak...