Pentingnya Pelatihan Terstruktur di Kapal
Prinsip Dasar
Pelatihan di kapal tidak boleh dilakukan secara sembarangan,
melainkan harus:
- Mengikuti
program dan jadwal yang jelas.
- Berdasarkan
standar kompetensi IMO/STCW.
- Didampingi
oleh perwira berpengalaman atau mentor.
- Dicatat
dalam training record book untuk memantau kemajuan.
Tujuan: memastikan calon perwira atau awak kapal memahami
tanggung jawab, mampu mengoperasikan kapal dengan aman, serta menerapkan
prosedur keselamatan dan navigasi sesuai standar internasional.
Unsur Pelatihan Efektif
- Perencanaan
jelas sesuai kurikulum STCW.
- Pendampingan
mentor/officer senior agar peserta memahami tugas dengan benar.
- Latihan
langsung di lapangan (navigasi, cargo operation, mooring, emergency
drill).
- Pencatatan
kemajuan dalam training record book.
- Evaluasi
berkala untuk menilai pencapaian kompetensi dan memberi umpan balik.
Peran Perwira Kapal
Perwira seperti Chief Officer, Second Officer, Chief
Engineer, dan lainnya bertanggung jawab untuk:
- Menyediakan
lingkungan belajar yang aman.
- Memberikan
penjelasan, demonstrasi, dan bimbingan langsung.
- Memastikan
semua kegiatan tercatat sesuai standar STCW.
- Melakukan
evaluasi dan memberi umpan balik.
- Menjadi
teladan profesionalisme dan disiplin.
Mentoring vs Coaching
- Mentoring:
bimbingan jangka panjang oleh perwira berpengalaman, fokus pada
pengembangan sikap, etika, dan budaya keselamatan. Contoh: Chief
Officer membimbing kadet deck tentang tanggung jawab perwira jaga.
- Coaching:
pendampingan spesifik untuk keterampilan teknis. Contoh: Second
Officer melatih kadet mengoperasikan radar atau melakukan chart
correction.
Penilaian Peserta
Dilakukan untuk memastikan kompetensi sesuai standar STCW
melalui:
- Observasi
langsung oleh mentor.
- Pemeriksaan
training record book.
- Tes
atau diskusi evaluatif.
- Penilaian
sikap dan perilaku profesional.
- Laporan
akhir dari mentor atau nakhoda.
Pencatatan dan Pelaporan
- Recording:
semua kegiatan dicatat dalam training record book (jenis latihan,
tanggal, nama pembimbing, tanda tangan).
- Reporting:
kemajuan dilaporkan kepada Chief Officer/Training Officer di kapal dan
lembaga pelatihan di darat.
Tujuan: memastikan pelatihan berjalan sesuai program, hasil
dapat dipertanggungjawabkan, dan kesiapan peserta dapat dinilai untuk jenjang
berikutnya.
Peran Perusahaan Pelayaran
Perusahaan wajib mendukung program pelatihan terstruktur
dengan:
- Menyusun
program sesuai STCW.
- Menunjuk
kapal dan mentor kompeten.
- Menyediakan
dukungan administratif dan logistik.
- Melakukan
pemantauan dan evaluasi berkala.
- Melaporkan
hasil pelatihan ke lembaga akademi/sertifikasi.
Penyesuaian dengan Jenis Kapal
Pelatihan harus relevan dengan operasi kapal:
- Tanker:
fokus pada cargo handling system dan keselamatan bahan berbahaya.
- Bulk
carrier: pemuatan/pembongkaran curah dan stabilitas muatan.
- Passenger
ship: keselamatan penumpang dan evakuasi.
- Container
ship: pengamanan muatan (lashing) dan penanganan barang berbahaya.
Selain itu, pelatihan disesuaikan dengan jadwal operasi,
jumlah awak kapal, peralatan, cuaca, dan rute pelayaran.
Comments
Post a Comment