Skip to main content

PROGRAM PELATIHAN TERSTRUKTUR DI ATAS KAPAL

Pentingnya Pelatihan Terstruktur di Kapal


Prinsip Dasar

Pelatihan di kapal tidak boleh dilakukan secara sembarangan, melainkan harus:

  • Mengikuti program dan jadwal yang jelas.
  • Berdasarkan standar kompetensi IMO/STCW.
  • Didampingi oleh perwira berpengalaman atau mentor.
  • Dicatat dalam training record book untuk memantau kemajuan.

Tujuan: memastikan calon perwira atau awak kapal memahami tanggung jawab, mampu mengoperasikan kapal dengan aman, serta menerapkan prosedur keselamatan dan navigasi sesuai standar internasional.

Unsur Pelatihan Efektif

  1. Perencanaan jelas sesuai kurikulum STCW.
  2. Pendampingan mentor/officer senior agar peserta memahami tugas dengan benar.
  3. Latihan langsung di lapangan (navigasi, cargo operation, mooring, emergency drill).
  4. Pencatatan kemajuan dalam training record book.
  5. Evaluasi berkala untuk menilai pencapaian kompetensi dan memberi umpan balik.

Peran Perwira Kapal

Perwira seperti Chief Officer, Second Officer, Chief Engineer, dan lainnya bertanggung jawab untuk:

  • Menyediakan lingkungan belajar yang aman.
  • Memberikan penjelasan, demonstrasi, dan bimbingan langsung.
  • Memastikan semua kegiatan tercatat sesuai standar STCW.
  • Melakukan evaluasi dan memberi umpan balik.
  • Menjadi teladan profesionalisme dan disiplin.

Mentoring vs Coaching

  • Mentoring: bimbingan jangka panjang oleh perwira berpengalaman, fokus pada pengembangan sikap, etika, dan budaya keselamatan. Contoh: Chief Officer membimbing kadet deck tentang tanggung jawab perwira jaga.
  • Coaching: pendampingan spesifik untuk keterampilan teknis. Contoh: Second Officer melatih kadet mengoperasikan radar atau melakukan chart correction.

Penilaian Peserta

Dilakukan untuk memastikan kompetensi sesuai standar STCW melalui:

  • Observasi langsung oleh mentor.
  • Pemeriksaan training record book.
  • Tes atau diskusi evaluatif.
  • Penilaian sikap dan perilaku profesional.
  • Laporan akhir dari mentor atau nakhoda.

Pencatatan dan Pelaporan

  • Recording: semua kegiatan dicatat dalam training record book (jenis latihan, tanggal, nama pembimbing, tanda tangan).
  • Reporting: kemajuan dilaporkan kepada Chief Officer/Training Officer di kapal dan lembaga pelatihan di darat.

Tujuan: memastikan pelatihan berjalan sesuai program, hasil dapat dipertanggungjawabkan, dan kesiapan peserta dapat dinilai untuk jenjang berikutnya.

Peran Perusahaan Pelayaran

Perusahaan wajib mendukung program pelatihan terstruktur dengan:

  • Menyusun program sesuai STCW.
  • Menunjuk kapal dan mentor kompeten.
  • Menyediakan dukungan administratif dan logistik.
  • Melakukan pemantauan dan evaluasi berkala.
  • Melaporkan hasil pelatihan ke lembaga akademi/sertifikasi.

Penyesuaian dengan Jenis Kapal

Pelatihan harus relevan dengan operasi kapal:

  • Tanker: fokus pada cargo handling system dan keselamatan bahan berbahaya.
  • Bulk carrier: pemuatan/pembongkaran curah dan stabilitas muatan.
  • Passenger ship: keselamatan penumpang dan evakuasi.
  • Container ship: pengamanan muatan (lashing) dan penanganan barang berbahaya.

Selain itu, pelatihan disesuaikan dengan jadwal operasi, jumlah awak kapal, peralatan, cuaca, dan rute pelayaran.

 

Comments

Popular posts from this blog

BUOYANCY

Daya Apung Gaya ke atas dari air terhadap kapal yang terapung, besarnya sama dengan berat air yang dipindahkan oleh bagian kapal yang terendam. Prinsip Archimedes: “Suatu benda yang dicelupkan ke dalam fluida akan mengalami gaya ke atas sebesar berat fluida yang dipindahkan.” Rumus:             = gaya apung (N) = kerapatan air (kg/m³) = percepatan gravitasi (9,81 m/s²) = volume air yang dipindahkan (m³) Makna Operasional: Kapal terapung bila gaya apung = berat kapal. Perubahan muatan, ballast, atau densitas air memengaruhi draft dan stabilitas. Mekanisme Gaya Apung Tekanan air di bawah kapal lebih besar daripada di atas. Perbedaan tekanan menghasilkan gaya ke atas yang menahan berat kapal. Kapal stabil bila:             W = berat kapal = gaya apung Conto...

KAPAL KANDAS DIDASAR BERLUMPUR

Tindakan Awal Kapal Kandas di Dasar Berlumpur (Silt Landing) 1. Pengertian Silt landing adalah kondisi kapal kandas di dasar berlumpur lunak. Umumnya tidak langsung merusak struktur, tetapi dapat menahan kapal dengan efek hisap ( suction effect ) bila tidak segera ditangani. 2. Langkah Awal Menurut Danton (1996), ICS/OCIMF, serta ketentuan SOLAS dan STCW, tindakan yang harus segera dilakukan adalah: Hentikan Mesin Utama Mencegah kerusakan propeller dan rudder. Menghindari kapal semakin masuk ke lumpur akibat putaran mesin. Tutup Pintu Kedap Air Mengurangi risiko penyebaran air jika terjadi kebocoran. Sesuai SOLAS II-1/15, pintu kedap air harus dapat ditutup dari anjungan. Bunyikan Alarm Umum Memanggil kru ke posisi darurat sesuai muster list . Menjamin tidak ada awak di area berisiko. Mesin Mundur Penuh (Full Astern) saat Air Surut Dilakukan untuk menc...