Daya Apung
- Gaya ke atas dari air terhadap kapal yang terapung, besarnya sama dengan berat air yang dipindahkan oleh bagian kapal yang terendam.
- Prinsip Archimedes: “Suatu benda yang dicelupkan ke dalam fluida akan mengalami gaya ke atas sebesar berat fluida yang dipindahkan.”
- Rumus:
- = gaya apung (N)
- = kerapatan air (kg/m³)
- = percepatan gravitasi (9,81 m/s²)
- = volume air yang dipindahkan (m³)
Makna Operasional:
- Kapal terapung bila gaya apung = berat kapal.
- Perubahan muatan, ballast, atau densitas air memengaruhi draft dan stabilitas.
Mekanisme Gaya Apung
- Tekanan air di bawah kapal lebih besar daripada di atas.
- Perbedaan tekanan menghasilkan gaya ke atas yang menahan berat kapal.
- Kapal stabil bila:
- W = berat kapal
- = gaya apung
Contoh: kapal dengan berat 10.000 ton akan tenggelam hingga memindahkan air laut seberat 10.000 ton.
Displacement (Perpindahan)
- Massa total kapal saat terapung, sama dengan massa air yang dipindahkan.
- Jenis:
- Light Displacement → berat kapal kosong.
- Load Displacement → berat kapal penuh muatan.
- Simbol: ∆ (Delta).
- Hubungan: semakin besar draft → semakin besar volume terendam → displacement meningkat.
Contoh: kapal dengan displacement 12.500 ton berarti memindahkan air laut seberat 12.500 ton.
Reserve Buoyancy (Cadangan Daya Apung)
- Volume kapal di atas garis air yang belum terendam, berfungsi sebagai cadangan daya apung.
- Faktor penentu:
- Bentuk dan ukuran lambung.
- Tinggi freeboard (jarak garis air ke geladak utama).
- Kedap airnya superstructure dan deckhouse.
Peran terhadap keselamatan:
- Menjaga kapal tetap terapung saat sebagian ruang bawah air kemasukan air.
- Memberi waktu lebih lama untuk tindakan darurat.
- Menentukan batas aman muatan (Load Line).
Freeboard dan Reserve Buoyancy
- Freeboard: jarak vertikal dari garis air ke geladak utama.
- Semakin besar freeboard → semakin besar reserve buoyancy.
- Semakin kecil freeboard → cadangan daya apung berkurang → risiko tenggelam meningkat.
Contoh: kapal dengan freeboard tinggi lebih tahan terhadap kebocoran dan cuaca buruk dibanding kapal dengan freeboard rendah.
Hubungan Displacement dan Mean Draught
- Mean draught: rata-rata draft haluan dan buritan.
- Displacement dapat dibaca dari kurva hidrostatik (Displacement–Draught curve).
- Draft survey menggunakan hubungan ini untuk menghitung berat muatan kapal.
Prinsip:
- Penambahan muatan → draft bertambah → displacement meningkat.
- Pengurangan muatan → draft berkurang → displacement menurun.
Referensi:
- STCW Code Table A-II/1: “Knowledge of the principles of ship construction, stability and factors affecting trim and stability.”
- Rawson & Tupper, Basic Ship Theory
- Danton, The Theory and Practice of Seamanship
- IMO Model Course 7.03 – Officer in Charge of a Navigational Watch (Operational Level)
Comments
Post a Comment