Bentuk dan Ukuran Kapal
1. Hull Structure (Struktur Lambung) pada General Cargo Ship
Hull structure adalah kerangka fisik kapal yang memberikan bentuk, kekuatan, dan kemampuan menahan beban baik statis maupun dinamis. Struktur ini dirancang agar kapal aman saat memuat barang dan menghadapi tekanan laut.
Komponen utama hull structure pada general cargo ship:
Keel (Lunas)
Bagian utama di dasar kapal, membentang dari haluan ke buritan.
Berfungsi sebagai tulang punggung kapal, menopang seluruh beban kapal dan muatan.
Frames (Rangka)
Rangka melintang yang menempel pada lunas.
Memberikan bentuk lambung dan kekakuan terhadap tekanan air.
Plating (Pelat Lambung)
Pelat baja yang menutup rangka membentuk dinding dan dasar lambung.
Menahan air laut agar tidak masuk dan menahan muatan internal.
Bulkheads (Sekat)
Sekat vertikal membagi kapal menjadi beberapa kompartemen.
Fungsinya: mencegah penyebaran air jika terjadi kebocoran, memisahkan ruang muat, dan menambah kekuatan struktural.
Decks (Geladak)
Lantai horizontal yang menutup kompartemen.
Bisa berupa main deck (geladak utama) dan weather deck (geladak luar).
Menambah kekuatan struktural dan memungkinkan penempatan muatan.
Hatch Covers (Penutup Lubang Muat)
Menutup lubang muat untuk melindungi muatan dari air laut dan cuaca.
Bisa berupa foldable, sliding, atau lifting type tergantung desain kapal.
Stringers & Girders
Stringers: balok memanjang yang memperkuat lambung longitudinal.
Girders: balok melintang yang menopang deck dan memberikan stabilitas struktural.
2. General Arrangement pada General Cargo Ship
General arrangement (GA) adalah tata letak umum kapal, menggambarkan posisi ruang muat, mesin, dan fasilitas lain. Untuk general cargo ship, GA biasanya seperti ini:
Forecastle (Haluan)
Ruang untuk anchor windlass, storage, dan kadang kru quarters.
Cargo Holds (Ruang Muat)
Terletak di tengah kapal, terdiri dari beberapa hold.
Bisa diakses melalui hatch yang tertutup hatch cover.
Engine Room (Ruang Mesin)
Biasanya di bagian aft (buritan).
Berisi main engine, auxiliary engines, dan sistem pompa.
Accommodation & Bridge (Ruang Penghuni dan Jembatan)
Terletak di aft atau di superstructure tengah.
Termasuk kamar kru, mess room, bridge (ruang navigasi).
Ballast Tanks
Tangki air ballast di bagian double bottom dan sisi kapal.
Digunakan untuk menstabilkan kapal saat tidak penuh muatan.
1. Hull Structure pada Oil, Chemical, dan Gas Tankers
Hull structure pada tanker dirancang tidak hanya untuk menahan gaya laut dan muatan, tetapi juga untuk memastikan keamanan muatan cair yang bisa bersifat mudah terbakar, korosif, atau bertekanan tinggi.
Komponen utama hull structure:
-
Double Hull (Lambung Ganda)
-
Lapisan ganda di dasar dan sisi kapal.
-
Meminimalkan risiko tumpahan jika terjadi kerusakan pada hull utama.
-
Wajib untuk oil dan chemical tankers sesuai MARPOL Annex I & II.
-
-
Keel (Lunas)
-
Struktur utama longitudinal di dasar kapal.
-
Menopang rangka bawah dan tangki muatan.
-
-
Frames & Bulkheads
-
Frames: rangka melintang memberikan bentuk lambung.
-
Bulkheads: sekat vertikal membagi tangki muatan menjadi beberapa kompartemen.
-
Oil tankers: segregated ballast tanks memisahkan air ballast dari muatan.
-
Chemical tankers: beberapa segregated tanks untuk mengangkut muatan berbeda.
-
-
-
Decks
-
Main deck: menutup seluruh tangki.
-
Weather deck: di atas main deck, menahan cuaca.
-
Decks dilengkapi piping manifolds untuk loading/discharging.
-
-
Stringers & Girders
-
Memperkuat hull longitudinal dan transversal.
-
Membantu menahan tekanan hidrostatik dari muatan cair.
-
-
Hatch & Tank Openings
-
Oil/chemical tankers: dilengkapi manhole covers untuk inspeksi, cleaning, dan maintenance.
-
Gas carriers: tank openings sering dilengkapi safety valves untuk muatan bertekanan.
2. General Arrangement (GA) pada Tankers
GA pada tanker berbeda tergantung jenis muatan:
A. Oil Tanker
-
Forecastle: anchor windlass, storage.
-
Cargo tanks: beberapa tangki besar di tengah kapal, dibagi oleh longitudinal & transverse bulkheads.
-
Segregated ballast tanks: di sisi atau double bottom untuk stabilitas.
-
Engine room & accommodation: di aft, jaga jarak aman dari tangki muatan.
-
Pipelines & manifold: untuk loading/discharging muatan.
B. Chemical Tanker
-
Mirip oil tanker tetapi:
-
Tangki lebih banyak dan lebih kecil, bisa memuat berbagai jenis bahan kimia.
-
Tangki dilapisi coating khusus anti-korosif.
-
Pipelines harus segregated untuk mencegah kontaminasi.
-
C. Gas Carrier (LNG/LPG)
-
Tangki berbentuk sferis atau prismatic, terbuat dari baja khusus atau aluminium untuk LNG.
-
Tangki terisolasi (insulated) untuk muatan cryogenic.
-
Hull ganda untuk melindungi dari tumpahan.
-
Superstructure dan engine room di aft, jauh dari tangki bertekanan.
-
Piping dilengkapi safety valves, venting system, dan reliquefaction unit untuk LNG.
1. Hull Structure pada Bulk Carriers
Bulk carriers dirancang untuk mengangkut muatan curah seperti biji-bijian, batubara, mineral, atau bahan tambang. Struktur hull harus kuat menahan beban muatan berat yang terpusat di hold dan menahan tekanan lateral dari muatan.
Komponen utama hull structure:
-
Keel (Lunas)
-
Tulang punggung kapal, membentang dari haluan ke buritan.
-
Menopang seluruh rangka bawah dan tangki ballast.
-
-
Frames (Rangka)
-
Rangka melintang di sepanjang hull untuk membentuk bentuk kapal dan menambah kekakuan struktural.
-
-
Plating (Pelat Lambung)
-
Pelat baja yang menutupi rangka, membentuk dasar, sisi, dan dek.
-
Menahan tekanan lateral muatan curah di hold.
-
-
Bulkheads (Sekat)
-
Sekat vertikal yang membagi hold menjadi beberapa kompartemen.
-
Fungsinya:
-
Mencegah penyebaran muatan.
-
Memberikan kekakuan tambahan.
-
Mencegah kapal miring berlebihan jika ada pergeseran muatan.
-
-
-
Decks (Geladak)
-
Geladak utama (main deck) menutup hold.
-
Beberapa bulk carrier memiliki tweendeck (geladak tambahan) untuk memisahkan muatan.
-
-
Hatch Covers (Penutup Lubang Muat)
-
Menutup hold agar muatan aman dari cuaca dan laut.
-
Bisa berupa lifting type, pontoon type, atau hydraulic folding type.
-
-
Stringers & Girders
-
Stringers: balok memanjang longitudinal memperkuat lambung.
-
Girders: balok transversal menopang deck dan menahan tekanan muatan.
-
-
Ballast Tanks
-
Tangki di double bottom dan sisi kapal untuk menstabilkan kapal saat hold kosong.
2. General Arrangement (GA) pada Bulk Carriers
GA bulk carrier biasanya sebagai berikut:
-
Forecastle / Haluan
-
Anchor windlass, storage, kadang kamar kru.
-
-
Cargo Holds / Ruang Muat
-
Terletak di tengah kapal.
-
Bisa satu atau beberapa hold tergantung ukuran kapal.
-
Dilengkapi hatch covers untuk muatan curah.
-
-
Engine Room / Ruang Mesin
-
Biasanya di aft (buritan).
-
Berisi main engine, auxiliary engine, pompa ballast, dan sistem kontrol.
-
-
Accommodation & Bridge
-
Superstructure di aft.
-
Termasuk kamar kru, mess room, bridge (navigasi).
-
-
Ballast Tanks
-
Untuk stabilitas saat hold kosong atau sebagian penuh.
1. Hull Structure pada Combination Carriers
Combination carriers adalah kapal yang dirancang untuk mengangkut lebih dari satu jenis muatan, misalnya minyak (oil) dan biji-bijian atau muatan curah (dry bulk) secara bergantian. Struktur hull harus fleksibel tetapi tetap kuat menahan beban muatan cair maupun curah.
Komponen utama hull structure:
-
Double Hull
-
Lapisan ganda di sisi dan dasar kapal.
-
Melindungi kapal dari tumpahan muatan cair saat hull utama rusak.
-
-
Keel (Lunas)
-
Tulang punggung kapal dari haluan ke buritan.
-
Menopang seluruh rangka bawah dan tangki ballast.
-
-
Frames & Bulkheads
-
Frames: rangka melintang untuk membentuk lambung dan menambah kekakuan.
-
Bulkheads: sekat vertikal membagi tangki dan cargo hold menjadi beberapa kompartemen.
-
Harus cukup kuat untuk menahan tekanan muatan cair maupun curah.
-
-
-
Plating
-
Pelat baja menutupi rangka untuk membentuk dasar, sisi, dan dek.
-
Tahan terhadap muatan cair yang korosif maupun muatan curah.
-
-
Decks
-
Geladak utama (main deck) menutup hold dan tangki.
-
Bisa memiliki tweendeck untuk memisahkan muatan curah bila perlu.
-
-
Hatch Covers & Tank Openings
-
Hatch covers: untuk muatan curah agar terlindungi dari air/cuaca.
-
Tank openings: untuk inspeksi, loading/discharging muatan cair, dan cleaning.
-
-
Ballast Tanks
-
Tangki ballast di double bottom dan sisi kapal untuk menstabilkan kapal.
-
Harus dapat digunakan fleksibel, tergantung jenis muatan.
-
-
Stringers & Girders
-
Balok longitudinal (stringers) dan transversal (girders) memperkuat lambung kapal, menahan tekanan muatan cair maupun curah.
2. General Arrangement (GA) pada Combination Carriers
GA combination carriers dirancang agar dapat menyesuaikan dengan jenis muatan yang dibawa:
-
Forecastle / Haluan
-
Anchor windlass, storage, kadang kamar kru.
-
-
Cargo Holds / Tangki Muatan
-
Muatan curah: cargo hold dengan hatch covers.
-
Muatan cair: tangki cair dengan bulkheads dan tank openings.
-
Bisa dikonfigurasi ulang sesuai jenis muatan.
-
-
Engine Room / Ruang Mesin
-
Biasanya di aft (buritan).
-
Berisi main engine, auxiliary engine, pompa ballast, dan sistem kontrol.
-
-
Accommodation & Bridge
-
Superstructure di aft.
-
Termasuk kamar kru, mess room, dan bridge (navigasi).
-
-
Ballast Tanks
-
Digunakan untuk menyeimbangkan kapal saat muatan tidak penuh atau jenis muatan berbeda.
1. Hull Structure pada Container Ship
Container ship dirancang khusus untuk mengangkut muatan kontainer dalam jumlah besar, baik di cargo hold bawah deck maupun di atas weather deck. Struktur hull harus kuat secara longitudinal, karena kontainer memberikan beban konsentrat dan kapal menghadapi bending moment yang besar.
Komponen utama hull structure:
-
Keel (Lunas)
-
Tulang punggung kapal dari haluan ke buritan.
-
Menopang seluruh rangka bawah dan double bottom.
-
-
Frames (Rangka)
-
Rangka melintang memberikan bentuk lambung dan kekakuan transversal.
-
Dipadukan dengan stringers untuk kekakuan longitudinal.
-
-
Plating (Pelat Lambung)
-
Menutupi rangka membentuk dasar, sisi, dan deck.
-
Menahan tekanan lateral dari muatan kontainer dan air laut.
-
-
Bulkheads (Sekat)
-
Sekat vertikal membagi kapal menjadi beberapa kompartemen.
-
Memberikan keamanan terhadap air masuk (flooding) dan kekakuan hull.
-
-
Decks
-
Main deck: menutup cargo hold dan menopang container.
-
Deck diperkuat untuk menahan beban kontainer stacked tinggi.
-
Beberapa container ship memiliki tweendeck atau hatch coaming untuk menahan kontainer di hold.
-
-
Hatch Covers
-
Menutup cargo hold agar kontainer di bawah deck aman dari cuaca.
-
Bisa berupa pontoon type, folding, atau sliding.
-
-
Cell Guides
-
Struktur vertikal di dalam hold untuk menahan kontainer agar tetap sejajar saat stacking.
-
Memudahkan loading/discharging kontainer.
-
-
Ballast Tanks
-
Terletak di double bottom dan sisi kapal.
-
Menstabilkan kapal saat hold tidak penuh.
-
-
Stringers & Girders
-
Balok longitudinal (stringers) dan transversal (girders) memperkuat hull untuk menahan bending dan torsion akibat muatan kontainer.
-
2. General Arrangement (GA) pada Container Ship
GA container ship biasanya seperti berikut:
-
Forecastle / Haluan
-
Anchor windlass, storage, kadang quarters kru.
-
-
Cargo Holds
-
Didesain untuk kontainer standar (20’, 40’, atau 45’).
-
Memiliki cell guides untuk menahan kontainer di hold.
-
Bisa diakses lewat hatch covers.
-
-
Deck / Weather Deck
-
Kontainer stacked di atas deck.
-
Dilengkapi lashing system untuk keamanan muatan.
-
-
Engine Room
-
Terletak di aft (buritan).
-
Berisi main engine, auxiliary engines, pompa ballast, dan sistem kontrol.
-
-
Accommodation & Bridge
-
Superstructure di aft atau midship (tergantung desain kapal).
-
Ruang kru, mess room, dan bridge.
-
-
Ballast Tanks
-
Menjaga stabilitas saat hold kosong atau sebagian penuh.
-
1. Hull Structure pada Ro-Ro Ship
Ro-Ro ship dirancang untuk mengangkut kendaraan dan muatan bergerak yang bisa didorong atau ditarik ke dalam kapal melalui ramp. Struktur hull harus kuat secara longitudinal dan transversal, karena muatan dapat terdistribusi tidak merata dan bergerak selama perjalanan.
Komponen utama hull structure:
-
Keel (Lunas)
-
Tulang punggung kapal dari haluan ke buritan.
-
Menopang seluruh rangka bawah, decks, dan ballast tanks.
-
-
Frames (Rangka)
-
Rangka melintang memberikan bentuk lambung dan kekakuan transversal.
-
Diperkuat di area deck untuk menahan beban kendaraan.
-
-
Plating (Pelat Lambung)
-
Menutupi rangka membentuk dasar, sisi, dan deck.
-
Menahan tekanan lateral muatan dan air laut.
-
-
Bulkheads (Sekat)
-
Sekat vertikal membagi kapal menjadi beberapa kompartemen.
-
Penting untuk keamanan anti-flooding, terutama karena deck luas dan ramp terbuka.
-
-
Decks
-
Main deck dan multiple cargo decks (ro-ro decks) untuk kendaraan.
-
Deck harus kuat menahan beban titik (point load) kendaraan berat.
-
-
Ramp / Stern & Side Doors
-
Akses kendaraan masuk/keluar.
-
Bisa di stern, side, atau bow, tergantung desain kapal.
-
-
Ballast Tanks
-
Terletak di double bottom dan sisi kapal.
-
Menstabilkan kapal saat deck kosong atau sebagian penuh.
-
-
Stringers & Girders
-
Balok longitudinal dan transversal memperkuat hull untuk menahan bending akibat muatan berat di deck.
-
2. General Arrangement (GA) pada Ro-Ro Ship
GA Ro-Ro ship biasanya seperti berikut:
-
Forecastle / Haluan
-
Anchor windlass, storage, kadang quarters kru.
-
-
Cargo Decks / Vehicle Decks
-
Deck luas untuk kendaraan, kadang beberapa level (multi-deck).
-
Dilengkapi internal ramps untuk akses antar deck.
-
-
Ramp & Doors
-
Stern ramp: akses utama kendaraan.
-
Side/bow ramp: untuk operasi tertentu atau emergency.
-
-
Engine Room
-
Biasanya di aft (buritan).
-
Berisi main engine, auxiliary engine, pompa ballast, dan sistem kontrol.
-
-
Accommodation & Bridge
-
Superstructure di aft atau midship.
-
Ruang kru, mess room, dan bridge (navigasi).
-
-
Ballast Tanks
-
Digunakan untuk stabilitas kapal, terutama saat deck kosong atau sebagian penuh.
1. Hull Structure pada Passenger Ship
Passenger ship dirancang untuk mengangkut penumpang dengan aman dan nyaman, sehingga struktur hull menekankan kekuatan, stabilitas, dan integritas keselamatan. Selain itu, harus memperhitungkan area publik, kamar penumpang, dan sistem penyelamatan.
Komponen utama hull structure:
-
Keel (Lunas)
-
Tulang punggung kapal, dari haluan ke buritan.
-
Menopang rangka bawah dan double bottom.
-
-
Frames (Rangka)
-
Rangka melintang untuk membentuk hull dan memberikan kekakuan transversal.
-
Ditambahkan stringers untuk kekakuan longitudinal.
-
-
Plating (Pelat Lambung)
-
Pelat baja menutupi rangka membentuk dasar, sisi, dan deck.
-
Menahan tekanan lateral air laut dan stabilitas kapal.
-
-
Bulkheads (Sekat)
-
Sekat vertikal membagi kapal menjadi beberapa kompartemen.
-
Termasuk watertight bulkheads untuk meningkatkan survivability jika terjadi flooding.
-
Membagi ruang penumpang, mesin, dan cargo/ballast.
-
-
Decks
-
Multi-deck: menampung kamar penumpang, ruang publik, restoran, fasilitas hiburan.
-
Deck harus kuat menahan beban penumpang dan furnitur.
-
-
Superstructure
-
Bagian atas kapal untuk akomodasi penumpang dan bridge.
-
Dibangun ringan tapi tetap kuat.
-
-
Ballast Tanks
-
Untuk stabilitas kapal, terutama saat kapal kurang muatan atau tidak penuh.
-
-
Stringers & Girders
-
Balok longitudinal dan transversal memperkuat hull untuk menahan bending dan torsion.
2. General Arrangement (GA) pada Passenger Ship
GA passenger ship biasanya seperti berikut:
-
Forecastle / Haluan
-
Anchor windlass, storage, kadang beberapa kamar kru.
-
-
Passenger Decks
-
Kamar penumpang, suite, dan kabin.
-
Ruang publik: lounge, restoran, theater, gym.
-
Safety: lifeboat stations di sisi deck.
-
-
Bridge & Navigation
-
Terletak di superstructure atas aft atau midship.
-
Mengontrol navigasi dan keselamatan kapal.
-
-
Engine Room
-
Biasanya di aft, di bawah superstructure.
-
Berisi main engine, auxiliary engines, pompa, dan sistem kontrol.
-
-
Ballast Tanks
-
Terletak di double bottom dan sisi kapal untuk stabilitas.
-
-
Cargo/Service Areas
-
Tempat muatan penumpang, makanan, bahan bakar, peralatan.
-
1. Elevation & Plan Views
Elevation view: tampilan samping kapal (side view).
Plan view: tampilan atas kapal (top view atau layout dari atas deck).
Pada tiap kapal, struktur utama dan bagian-bagian penting biasanya ditandai sebagai berikut:
2. General Cargo Ship
Elevation (samping)
-
Fore peak tank: tangki di haluan untuk stabilitas dan trim.
-
Cargo holds: ruang muat utama di tengah kapal.
-
Tween deck (optional): deck tambahan untuk memisahkan muatan di hold.
-
Engine room: di aft, ruang mesin utama.
-
Double-bottom tanks: ballast atau cadangan bahan bakar di dasar kapal.
-
Hatchways: lubang muat di deck untuk mengakses cargo hold.
-
Bulkheads: sekat vertikal membagi hold menjadi beberapa kompartemen.
Plan view (atas deck)
-
Hatch covers: menutup cargo hold.
-
Tween deck (jika ada): terlihat sebagai garis memanjang di hold.
-
Deck layout: gangway, access ladder, dan superstructure aft.
Primary structural members: keel, frames, stringers, girders, plating, deck beams.
3. Crude Oil Carrier / Tanker
Elevation (samping)
-
Fore peak tank: tangki di haluan.
-
Cargo tanks: tangki minyak di tengah kapal, dipisahkan oleh longitudinal & transverse bulkheads.
-
Pump room: biasanya di aft di bawah deck, untuk pemompaan muatan.
-
Slop tank: tangki untuk sisa minyak/lumpur setelah pemompaan.
-
Engine room: di aft.
-
Double-bottom tanks: untuk ballast atau cadangan minyak.
-
Cofferdams: ruang kosong di antara tangki untuk mencegah kebocoran dan korosi.
Plan view (atas deck)
-
Cargo manifold & pipelines: untuk loading/discharging.
-
Deck layout: akses ke pump room, tank access, dan superstructure.
Primary structural members: keel, frames, deck beams, stringers, plating, bulkheads, cofferdams.
4. Bulk Carrier
Elevation (samping)
-
Fore peak tank: di haluan.
-
Cargo holds: beberapa hold besar di tengah kapal.
-
Tween deck (optional): untuk memisahkan muatan curah tertentu.
-
Engine room: di aft.
-
Double-bottom tanks: ballast atau cadangan.
-
Hatchways & hatch covers: akses hold dari atas deck.
-
Bulkheads: sekat antar hold untuk kekakuan dan keamanan.
Plan view (atas deck)
-
Hatch covers: menutup cargo hold.
-
Gangways & ladder access: untuk operasional muatan.
-
Ballast tanks: di double bottom dan sisi kapal.
Primary structural members: keel, frames, stringers, girders, plating, deck beams.
1. Bentuk Lambung Kapal (Hull Form Terms)
-
Camber
-
Kemiringan horizontal geladak kapal ke arah sisi.
-
Fungsinya: memudahkan aliran air hujan ke saluran pembuangan, mencegah genangan di deck.
-
-
Rise of Floor
-
Kenaikan dasar (bottom) lambung dari midship ke haluan/buritan.
-
Membantu mengurangi drag air dan meningkatkan stabilitas kapal.
-
-
Tumblehome
-
Kemiringan sisi kapal ke arah dalam di atas waterline.
-
Fungsinya: memperkecil lebar deck, meningkatkan stabilitas, dan memudahkan manuver di dermaga.
-
-
Flare
-
Pelebaran sisi kapal ke arah luar di atas waterline (haluan/bagian atas).
-
Membantu membelokkan ombak menjauhi dek, mencegah kapal terpercik air.
-
-
Sheer
-
Kenaikan geladak dari midship ke haluan dan buritan.
-
Berfungsi menambah kapasitas lambung, tampilan estetis, dan membantu memecah ombak.
-
-
Rake
-
Kemiringan haluan atau buritan dari vertikal.
-
Forward rake: memudahkan kapal memotong ombak.
-
Aft rake: membantu arus keluar lambung buritan.
-
-
Parallel Middle Body (PMB)
-
Bagian lambung di tengah kapal yang memiliki lebar konstan.
-
Fungsinya: memaksimalkan kapasitas muatan.
-
-
Entrance
-
Bagian haluan kapal yang pertama kali memotong air.
-
Fungsinya: mengurangi hambatan air (resistance) saat kapal melaju.
-
-
Run
-
Bagian buritan kapal dari midship ke stern.
-
Fungsinya: membentuk aliran air yang halus, mengurangi vorteks di belakang kapal.
2. Definisi Perpendiculars dan Panjang Kapal
-
Forward Perpendicular (FP)
-
Garis vertikal di haluan kapal, biasanya melalui titik pertemuan waterline desain dengan haluan.
-
-
After Perpendicular (AP)
-
Garis vertikal di buritan kapal, biasanya melalui tengah rudder post atau garis waterline di stern.
-
-
Length Between Perpendiculars (LBP / LPP)
-
Jarak horizontal antara FP dan AP.
-
Penting untuk perhitungan kapasitas muatan dan stabilitas.
-
-
Length on Waterline (LWL)
-
Panjang kapal di permukaan air saat kapal terisi muatan normal.
-
Digunakan untuk perhitungan speed dan hydrodynamics.
-
-
Length Overall (LOA)
-
Panjang total kapal dari haluan paling depan sampai buritan paling belakang, termasuk overhang.
-
-
Base Line
-
Garis horizontal di dasar kapal, menjadi referensi untuk mengukur semua tinggi/depth.
3. Dimensi Kapal (Moulded & Extreme)
-
Moulded Depth, Beam, and Draught
-
Moulded depth: jarak vertikal dari base line sampai deck utama, diukur di midship.
-
Moulded beam: lebar lambung di midship, diukur di sisi dalam pelat.
-
Moulded draught: kedalaman air kapal saat muatan normal, diukur dari base line sampai waterline desain.
-
-
Extreme Depth, Beam, and Draught
-
Extreme depth: jarak vertikal dari bottom kapal sampai bagian atas superstructure atau geladak tertinggi.
-
Extreme beam: lebar maksimum kapal termasuk pelindung luar (fender, plating, overhang).
-
Extreme draught: kedalaman maksimum kapal termasuk muatan tertinggi atau kondisi penuh.
Bagian haluan dan buritan
1. Definisi Pounding
Pounding adalah fenomena ketika haluan kapal atau bagian lambung depan menabrak permukaan air secara berulang akibat gelombang tinggi atau kecepatan kapal.
-
Terjadi biasanya pada kapal bergerak di laut bergelombang tinggi.
-
Dampaknya:
-
Tekanan berulang pada pelat lambung dan deck haluan.
-
Bisa menimbulkan deformasi lokal, retak, atau kerusakan struktural jika hull tidak cukup kuat.
2. Provisions of Additional Structural Strength
Untuk mengatasi pounding, kapal dirancang dengan kekuatan struktural tambahan di area rawan haluan, antara lain:
-
Reinforced Deck & Plating
-
Pelat deck di haluan dibuat lebih tebal.
-
Pelat lambung bagian bawah (keel dan garboard strake) diperkuat untuk menahan benturan air.
-
-
Longitudinal & Transverse Members
-
Stringers & Girders dihaluan diperkuat atau diperbanyak.
-
Rangka transversal (frames) di haluan dibuat lebih rapat untuk mendistribusikan tekanan.
-
-
Forepeak Bulkhead
-
Bulkhead haluan dirancang kuat, menahan tekanan air dan muatan air saat pounding.
-
-
Additional Stiffeners
-
Balok tambahan pada hull plating di haluan, seperti knuckles, longitudinals, dan brackets, untuk mengurangi deformasi.
-
-
Curvature & Form Optimization
-
Bentuk haluan dirancang dengan flare dan rake yang sesuai, sehingga air dipisahkan atau dibelokkan dari lambung untuk mengurangi pounding.
-
-
Material Selection
-
Baja dengan yield strength lebih tinggi digunakan pada bagian haluan yang rawan pounding.
-
Kadang dilapisi dengan material anti-fatigue untuk mengurangi kerusakan akibat tekanan berulang.
1. Definisi Panting
Panting adalah fenomena deformasi berulang pada pelat lambung haluan akibat tekanan air yang berfluktuasi saat kapal menghadapi gelombang tinggi.
-
Terjadi terutama pada kapal kecepatan tinggi atau kapal yang sering menempuh laut bergelombang.
-
Dampak panting:
-
Pelat haluan bisa menekuk atau bergetar.
-
Tekanan berulang dapat menimbulkan fatigue, retak, atau kerusakan struktural.
-
2. Area Rawannya
-
Terjadi terutama di forward peak region (haluan paling depan) dari keel sampai main deck.
-
Pelat lambung di garboard strake, bottom plating, dan side shell plating paling terkena tekanan.
3. Structural Arrangements Forward to Withstand Panting
Untuk menahan panting, haluan kapal diperkuat dengan beberapa metode:
A. Reinforced Plating
-
Pelat lebih tebal di bottom, side shell, dan deck haluan.
-
Area rawan panting diberi extra plating atau plate tapering.
B. Additional Frames & Stiffeners
-
Transverse frames lebih rapat di haluan untuk distribusi beban lateral.
-
Longitudinal stringers tambahan untuk menahan tekanan horizontal air.
-
Brackets dan knuckles menghubungkan frames dan plating untuk kekakuan ekstra.
C. Strong Forepeak Bulkhead
-
Bulkhead haluan dirancang kuat untuk menahan tekanan internal air.
-
Memberikan support bagi plating yang rawan panting.
D. Hull Form Optimization
-
Bentuk haluan dengan flare, rake, dan sheer yang tepat untuk mengurangi tekanan impak air.
-
Semakin baik desain hull, semakin kecil deformasi panting.
E. Material & Fatigue Consideration
-
Baja high-tensile atau fatigue-resistant digunakan di plating dan frames haluan.
-
Memperpanjang umur kapal meski terkena panting berulang.
4. Fungsi Masing-Masing Provision
- Thicker plating → Menahan tekanan air langsung pada hull
- Additional frames & stringers → Distribusi beban lateral dan longitudinal
- Brackets & knuckles → Mengurangi deformasi lokal dan meningkatkan kekakuan
- Strong forepeak bulkhead → Mendukung plating dan menahan tekanan internal
- Hull form optimization → Mengurangi tekanan panting melalui desain haluan
- High-strength material → Mencegah retak dan fatigue akibat panting
5. Ilustrasi Konseptual (tanpa gambar fisik)
-
Bottom plating di haluan → tebal & reinforced
-
Side shell plating → lebih tebal, diperkuat stringers longitudinal
-
Deck plating haluan → diperkuat, kadang dengan camber untuk aliran air
-
Frames transversal & brackets → rapat di forward peak
-
Forepeak bulkhead → kuat, menahan tekanan air
Dengan kombinasi ini, haluan kapal mampu menahan deformasi akibat panting, menjaga integritas hull dan keselamatan kapal.
1. Definisi Stern Frame
Stern frame adalah struktur utama di buritan kapal yang membentuk kerangka penyangga bagi bagian belakang kapal, termasuk:
-
Akses ke rudder (kemudi)
-
Propeller shaft (poros baling-baling)
-
Menahan beban dari water pressure dan muatan kapal di area buritan.
Stern frame biasanya terdiri dari:
-
Transverse frames: rangka melintang kuat
-
Longitudinal stringers: menahan bending longitudinal
-
Sternpost / stern tube: tempat poros baling-baling dan rudder
2. Fungsi Stern Frame
-
Mendukung Propeller & Rudder
-
Menahan beban poros propeller dan kemudi agar tetap sejajar dan stabil saat kapal bergerak.
-
-
Memberikan Kekakuan Struktural
-
Menopang hull di buritan agar tahan terhadap tekanan air dan bending akibat gelombang.
-
Menyebarkan beban dari stern ke rangka utama kapal.
-
-
Melindungi Shaft Line dan Rudder
-
Stern frame membentuk stern tube, mencegah masuknya air ke dalam shaft line.
-
Memastikan poros baling-baling tetap seal dan bebas dari kerusakan akibat tekanan air.
-
-
Mendukung Bagian Hull di Buritan
-
Memberikan bentuk buritan yang stabil, meminimalkan getaran dan torsion.
-
Penting untuk performa kapal (speed & maneuverability) karena aliran air ke propeller menjadi halus.
-
-
Integrasi dengan Sistem Tambahan
-
Bisa menjadi titik anchor untuk stern post brackets, brackets untuk rudder stock, dan fairing agar aliran air halus.
-
1. Definisi Stern Frame (Single-Screw Ship)
Pada kapal single-screw, stern frame adalah struktur utama di buritan yang menahan poros baling-baling tunggal (single propeller) dan rudder, sekaligus memberikan kekakuan lambung di area stern.
Komponen utama stern frame:
-
Transverse Frames
-
Rangka melintang kuat di buritan untuk menahan tekanan air.
-
-
Longitudinal Stringers
-
Balok longitudinal yang memperkuat hull dari bending di area stern.
-
-
Sternpost / Stern Tube
-
Tabung tempat poros baling-baling berada.
-
Mendukung poros agar tetap sejajar dan seal agar air tidak masuk.
-
-
Rudder Stock & Brackets
-
Mendukung kemudi agar bisa bergerak bebas dan stabil.
-
-
Brackets & Knuckles
-
Penahan tambahan antara stern tube, rudder, dan hull untuk kekakuan ekstra.
-
1. Definisi Transom Stern
Transom stern adalah jenis buritan kapal yang memiliki permukaan belakang datar atau hampir datar (kotak) dibandingkan buritan melengkung (canoe stern).
-
Sering digunakan pada kapal kargo, tanker, dan container ship.
-
Memudahkan konstruksi deck, meningkatkan kapasitas ruang di buritan, dan memperkuat area stern untuk menahan poros baling-baling dan rudder.
2. Konstruksi Transom Stern
A. Hull Plating
-
Sisi hull di buritan mengarah ke permukaan datar di stern.
-
Side plating bertemu dengan transom plating membentuk corner bracket yang memperkuat koneksi.
B. Stern Frame
-
Stern frame di transom stern menahan poros baling-baling (single atau twin) dan rudder stock.
-
Terbuat dari transverse frames tebal dan longitudinal stringers yang menyalurkan beban ke hull.
C. Transom Plate
-
Pelat transom menutup buritan kapal.
-
Biasanya diperkuat dengan stiffeners (balok longitudinal & brackets) untuk menahan benturan air dan torsion.
D. Connections
-
Transom plate terhubung dengan stern frame melalui:
-
Brackets dan knuckles untuk kekakuan tambahan.
-
Welding / rivets sesuai standar kapal modern.
-
-
Frames & stringers di stern frame menyebarkan beban dari transom ke hull sides dan bottom plating.
E. Rudder & Shaft Integration
-
Stern frame dan transom plate menyediakan support bagi rudder dan stern tube.
-
Memastikan alignment propeller & rudder tetap presisi untuk efisiensi propulsi.
Comments
Post a Comment