Tindakan Awal Kapal Kandas di Dasar Berlumpur (Silt
Landing)
1. Pengertian
- Silt
landing adalah kondisi kapal kandas di dasar berlumpur lunak.
- Umumnya
tidak langsung merusak struktur, tetapi dapat menahan kapal dengan efek
hisap (suction effect) bila tidak segera ditangani.
2. Langkah Awal
Menurut Danton (1996), ICS/OCIMF, serta ketentuan SOLAS dan
STCW, tindakan yang harus segera dilakukan adalah:
- Hentikan
Mesin Utama
- Mencegah
kerusakan propeller dan rudder.
- Menghindari
kapal semakin masuk ke lumpur akibat putaran mesin.
- Tutup
Pintu Kedap Air
- Mengurangi
risiko penyebaran air jika terjadi kebocoran.
- Sesuai
SOLAS II-1/15, pintu kedap air harus dapat ditutup dari anjungan.
- Bunyikan
Alarm Umum
- Memanggil
kru ke posisi darurat sesuai muster list.
- Menjamin
tidak ada awak di area berisiko.
- Mesin
Mundur Penuh (Full Astern) saat Air Surut
- Dilakukan
untuk mencoba refloat segera.
- Hanya
dijalankan bila aman bagi mesin dan propeller.
- Jika
gagal, menunggu pasang naik dengan rencana refloating lebih aman.
3. Dasar Regulasi IMO
- STCW
1978 (amandemen): Perwira dek wajib mampu merespons darurat,
melindungi kapal dan awak, serta mencegah polusi laut.
- SOLAS:
- V/34:
Master wajib menilai kondisi kapal dan lingkungan setelah grounding.
- III/8:
Prosedur muster dan alarm umum.
- II-1/15:
Penutupan pintu kedap air secara cepat dan efektif.
4. Tujuan Tindakan
- Menjaga
keselamatan kapal dan awak.
- Mencegah
kerusakan akibat tekanan lumpur.
- Menghindari
efek hisap yang memperburuk grounding.
- Menjamin
kesiapan kru menghadapi keadaan darurat.
- Meningkatkan
peluang refloating sebelum air surut lebih jauh.
5. Ilustrasi Praktis
Contoh: kapal kargo kandas di sungai berlumpur.
- Nakhoda
memerintahkan mesin dihentikan.
- Watertight
doors ditutup.
- Alarm
umum dibunyikan.
- Mesin
dijalankan mundur penuh untuk mencoba refloat.
- Jika
gagal, menunggu pasang naik dengan bantuan tugboat.
6. Tindakan Tambahan
- Sistem
Pendingin Mesin: segera alihkan ke high-level intake agar
lumpur tidak masuk ke sistem pendingin.
- Sinyal
Darurat:
- MAYDAY
(distress) bila kapal atau awak dalam bahaya serius.
- PAN-PAN
(urgency) bila butuh perhatian segera tanpa ancaman langsung terhadap
jiwa.
- Persiapan
Sekoci: lifeboat dan life raft siap diluncurkan bila evakuasi
diperlukan.
7. Pemeriksaan Kapal
- Sounding:
mengukur isi tangki dan kompartemen untuk mendeteksi flooding.
- Inspeksi
Visual: memeriksa lambung, sekat, pipa, dan katup.
- Dokumentasi:
hasil sounding dan inspeksi dicatat dalam logbook.
8. Sounding di Sekitar Kapal
- Mengukur
kedalaman di haluan, buritan, dan sisi kapal.
- Menentukan
posisi kandas, list/trim, serta jenis dasar laut (pasir, lumpur, batu).
- Data
digunakan untuk rencana refloating.
9. Upaya Pencegahan Kerusakan
- Lightening
the ship: memindahkan atau membuang muatan/ballast untuk mengurangi
draft.
- Menjaga
stabilitas: perhitungan stabilitas harus tepat agar kapal tidak
kehilangan keseimbangan.
- Temporary
patching: penambalan sementara bila ada kebocoran.
- Dewatering:
memompa air keluar dari ruang yang tergenang.
10. Metode Refloating
- Ballast
Management: mengatur distribusi berat untuk mengurangi tekanan di
bagian kandas.
- Ground
Tackle (Hauling Off): menggunakan jangkar dan rantai untuk menarik
kapal keluar.
- Tugboats:
memberikan tarikan atau dorongan eksternal, efektif saat pasang naik.
- Main
Engine: digunakan dengan tenaga bertahap, hati-hati agar tidak
memperburuk sedimentasi.
11. Prinsip Keselamatan
- Semua
operasi refloating harus diawasi oleh Master/Chief Officer.
- Area
kerja dijaga dari risiko snap-back hazard.
- Komunikasi
dengan tug dan tim salvage harus jelas.
- Catatan
operasi disimpan dalam logbook sesuai SOLAS/STCW.
Referensi:
- Danton,
G., The Theory and Practice of Seamanship, 11th ed. London,
Routledge, 1996
- International
Chamber of Shipping & OCIMF, Peril at Sea and Salvage, 5th ed. in
preparation, 1998
- International
Convention on Standards of Training, Certification and Watchkeeping for
Seafarers (STCW), 1978, as amended
- International
Convention for the Safety of Life at Sea (SOLAS)
Comments
Post a Comment