Skip to main content

PENYELAMATAN DI LAUT

Mengapa Menunggu Siang Hari?


  • Visibilitas lebih baik: Cahaya terang memudahkan tim melihat kapal, ombak, arus, dan survivor.
  • Mengurangi risiko kecelakaan: Pada malam hari, bahaya seperti perahu terbalik atau salah manuver lebih besar.
  • Memudahkan komunikasi: Isyarat tangan dan perintah lebih jelas terlihat.
  • Lebih aman bagi semua pihak: Operasi SAR di malam hari lebih berisiko dan memakan waktu lebih lama.

Kaitannya dengan SOLAS dan STCW

  • SOLAS: Menekankan keselamatan jiwa sebagai prioritas. Operasi harus dilakukan dengan risiko minimal, termasuk peluncuran lifeboat dan rescue boat.
  • STCW: Mengajarkan kompetensi awak kapal dalam menilai risiko, menentukan kapan sekoci diluncurkan, dan kapan operasi ditunda demi keselamatan.

Pertimbangan Kondisi Cuaca

  • Cuaca buruk: Gelombang tinggi dan angin kencang dapat membalikkan sekoci atau merusaknya.
  • Risiko polusi minyak: Kapal yang terguncang bisa mengalami kebocoran tangki atau pipa, menyebabkan pencemaran laut.
  • SOLAS: Menekankan pencegahan bahaya dan perlindungan lingkungan.
  • STCW: Mengajarkan prosedur pencegahan polusi dan penanganan darurat.

Persiapan Sebelum Mengambil Survivor

  1. Menurunkan tangga atau jaring penyelamat.
  2. Menyiapkan area aman di dek.
  3. Crew memakai PPE (lifejacket, immersion suit).
  4. Menyediakan peralatan medis dasar.
  5. Mengurangi kecepatan kapal agar stabil.
  6. Menyediakan penerangan bila malam.
  7. Menjaga komunikasi jelas dengan perahu penyelamat.

Menurunkan Perahu Penyelamat

  • Kapal diposisikan sehingga tercipta sisi terlindung (lee side).
  • Kecepatan dikurangi atau dihentikan.
  • Area peluncuran dipastikan aman.
  • Perahu diturunkan perlahan dengan davit sesuai prosedur.
  • Komunikasi antara tim kapal dan awak kapal di sekoci penolong harus jelas.

Mendekati Kapal Rusak

  • Dekati dari sisi terlindung angin/gelombang.
  • Hindari bagian tajam atau berbahaya.
  • Bergerak perlahan dan terkontrol.
  • Gunakan komunikasi radio atau isyarat.
  • Survivor diambil satu per satu, mulai dari yang paling lemah.
  • Stabilitas perahu dijaga agar tidak miring.

Recovery Perahu dan Survivor

  • Perahu kembali ke sisi kapal yang tenang.
  • Komunikasi jelas antara kapal dan perahu.
  • Gunakan davit/crane untuk mengangkat perahu.
  • Survivor dinaikkan dengan tangga, jaring, sling, atau stretcher.
  • Pertolongan pertama diberikan segera setelah di kapal.

Alternatif Penyelamatan Saat Laut Terlalu Berbahaya

  1. Tali Penyelamat (Line-throwing apparatus)
  2. Jaring atau Sling dari kapal
  3. Pilot ladder atau embarkation ladder
  4. Helikopter penyelamat
  5. Lifebuoy dengan tali
  6. Inflatable raft (rakit kembung)

Prinsip Utama

  • SOLAS: Operasi penyelamatan harus dilakukan dengan risiko minimum dan perlindungan lingkungan.
  • STCW: Awak kapal wajib kompeten dalam menilai kondisi, memilih metode penyelamatan, dan merawat survivor setelah evakuasi.

Referensi

  • International Convention on Standards of Training, Certification and Watchkeeping for Seafarers (STCW), 1978, as amended (ISBN 978-92-801-1528-4) 
  • International Convention for the Safety of Life at Sea (SOLAS) (IMO Sales No. IE110E) SOLAS – Consolidated Edition, 2009 (ISBN 9789280115055)

Comments

Popular posts from this blog

BUOYANCY

Daya Apung Gaya ke atas dari air terhadap kapal yang terapung, besarnya sama dengan berat air yang dipindahkan oleh bagian kapal yang terendam. Prinsip Archimedes: “Suatu benda yang dicelupkan ke dalam fluida akan mengalami gaya ke atas sebesar berat fluida yang dipindahkan.” Rumus:             = gaya apung (N) = kerapatan air (kg/m³) = percepatan gravitasi (9,81 m/s²) = volume air yang dipindahkan (m³) Makna Operasional: Kapal terapung bila gaya apung = berat kapal. Perubahan muatan, ballast, atau densitas air memengaruhi draft dan stabilitas. Mekanisme Gaya Apung Tekanan air di bawah kapal lebih besar daripada di atas. Perbedaan tekanan menghasilkan gaya ke atas yang menahan berat kapal. Kapal stabil bila:             W = berat kapal = gaya apung Conto...

KAPAL KANDAS DIDASAR BERLUMPUR

Tindakan Awal Kapal Kandas di Dasar Berlumpur (Silt Landing) 1. Pengertian Silt landing adalah kondisi kapal kandas di dasar berlumpur lunak. Umumnya tidak langsung merusak struktur, tetapi dapat menahan kapal dengan efek hisap ( suction effect ) bila tidak segera ditangani. 2. Langkah Awal Menurut Danton (1996), ICS/OCIMF, serta ketentuan SOLAS dan STCW, tindakan yang harus segera dilakukan adalah: Hentikan Mesin Utama Mencegah kerusakan propeller dan rudder. Menghindari kapal semakin masuk ke lumpur akibat putaran mesin. Tutup Pintu Kedap Air Mengurangi risiko penyebaran air jika terjadi kebocoran. Sesuai SOLAS II-1/15, pintu kedap air harus dapat ditutup dari anjungan. Bunyikan Alarm Umum Memanggil kru ke posisi darurat sesuai muster list . Menjamin tidak ada awak di area berisiko. Mesin Mundur Penuh (Full Astern) saat Air Surut Dilakukan untuk menc...