Skip to main content

TINDAKAN YANG HARUS DILAKUKAN SEGERA SETELAH KAPAL KANDAS

Tindakan awal yang dilakukan segera setelah terjadi kerusakan atau insiden di kapal (tabrakan, kebakaran, kandas, kebocoran) untuk menilai tingkat kerusakan dan menentukan langkah pengendalian darurat demi keselamatan kapal, awak kapal, muatan, dan lingkungan laut.

Ketentuan STCW

Bagian A-V/2 dan A-VI/1 menekankan kompetensi perwira kapal dalam:

  • Melakukan penilaian cepat terhadap kerusakan.
  • Mengidentifikasi lokasi, tingkat, dan sifat kerusakan (flooding, fire, structural damage).
  • Mengambil tindakan pengendalian darurat, seperti:
    • Menutup pintu kedap air.
    • Mengoperasikan pompa bilge.
    • Melakukan penambalan sementara (plugging, patching).
    • Mengatur ballast untuk menjaga stabilitas.

Tujuan utama: memastikan awak mampu bertindak cepat, efektif, dan terkoordinasi agar kapal tetap aman dan stabil.

Ketentuan SOLAS

Chapter II-1 – Construction, Subdivision and Stability, Machinery and Electrical Installations

  • Reg. 8 – Stability after damage: kapal harus tetap memiliki daya apung dan stabilitas setelah kerusakan.
  • Reg. 19 – Damage control information: kapal wajib memiliki Damage Control Plan and Booklet berisi denah kedap air, lokasi pintu dan pompa, serta prosedur pengendalian kerusakan.

Chapter III – Life-saving appliances and arrangements

  • Menekankan pelatihan awak kapal melalui damage control drills.

Langkah-Langkah Penilaian Awal

  1. Deteksi awal: mengenali tanda kerusakan (alarm kebakaran, flooding, kehilangan daya, perubahan trim/list).
  2. Penilaian cepat: menentukan lokasi, jenis, dan luas kerusakan.
  3. Pelaporan: melapor kepada Master dan pusat komando darurat.
  4. Tindakan pengendalian: isolasi area, menutup sistem bocor, mengoperasikan pompa, patching/shoring.
  5. Evaluasi stabilitas: memastikan kapal masih aman.
  6. Pemantauan berkelanjutan: memeriksa kondisi agar tidak memburuk.

Kompetensi Awak Kapal (STCW Table A-VI/1-5 & A-V/2)

  • Mengenali dan menilai kerusakan.
  • Menggunakan peralatan pengendali kerusakan.
  • Menafsirkan Damage Control Plan.
  • Melaksanakan instruksi Master dengan aman.
  • Berpartisipasi dalam latihan sesuai SOLAS.

Langkah Membatasi Kerusakan

  • Isolasi area rusak dengan menutup pintu kedap air, katup, dan ventilasi.
  • Pengepaman air menggunakan bilge pump.
  • Penambalan sementara pada kebocoran.
  • Penopangan (shoring) untuk memperkuat struktur.
  • Redistribusi muatan/ballast untuk menyeimbangkan kapal.
  • Pengendalian kebakaran dengan sistem pemadam.
  • Pemantauan berkelanjutan terhadap kondisi kapal.

Tujuan: mencegah kerusakan tambahan, menjaga stabilitas, melindungi jiwa awak kapal, mencegah polusi, dan mempertahankan kemampuan manuver.

Continuous Watch (Pengawasan Berkelanjutan)

Setelah tindakan darurat dilakukan, area rusak harus diawasi terus-menerus untuk memastikan perbaikan sementara efektif.

  • Menugaskan petugas jaga khusus.
  • Melakukan sounding dan inspeksi berkala.
  • Memeriksa patching, plugging, atau shoring.
  • Mengawasi sistem listrik, tekanan, dan suhu.
  • Melaporkan kondisi ke ruang kendali.
  • Menyiapkan tindakan cadangan bila perbaikan gagal.

Emergency Steering Arrangement

Jika sistem kemudi utama gagal, awak kapal harus mampu menggunakan sistem darurat atau membuat pengaturan sementara dengan peralatan yang tersedia.

Contoh tindakan:

  • Mengoperasikan kemudi manual dari ruang kemudi.
  • Menggunakan komunikasi alternatif (radio portabel, isyarat manual).
  • Membuat sambungan sementara dengan rantai atau tali baja.
  • Menahan posisi kemudi dengan shoring atau chain block.
  • Menggunakan manuver mesin (port/starboard engine) untuk mengarahkan kapal.

Tujuan: kapal tetap dapat dikendalikan, menghindari tabrakan atau kandas, serta menjaga keselamatan jiwa dan lingkungan.

Kompetensi yang Diharapkan

  • Menjelaskan prinsip kerja sistem kemudi utama dan darurat.
  • Mengoperasikan kemudi manual.
  • Membuat kemudi sementara dengan material seadanya.
  • Menjaga komunikasi efektif antara anjungan dan ruang kemudi.
  • Mencatat hasil latihan kemudi darurat sesuai SOLAS.

Referensi:

  • International Convention on Standards of Training, Certification and Watchkeeping for Seafare (STCW), 1978, as amended (ISBN 978-92-801-1528-4) 
  • International Convention for the Safety of Life at Sea (SOLAS) (IMO Sales No. IE110E) SOLAS – Consolidated Edition, 2009 (ISBN 9789280115055)

 

Comments

Popular posts from this blog

BUOYANCY

Daya Apung Gaya ke atas dari air terhadap kapal yang terapung, besarnya sama dengan berat air yang dipindahkan oleh bagian kapal yang terendam. Prinsip Archimedes: “Suatu benda yang dicelupkan ke dalam fluida akan mengalami gaya ke atas sebesar berat fluida yang dipindahkan.” Rumus:             = gaya apung (N) = kerapatan air (kg/m³) = percepatan gravitasi (9,81 m/s²) = volume air yang dipindahkan (m³) Makna Operasional: Kapal terapung bila gaya apung = berat kapal. Perubahan muatan, ballast, atau densitas air memengaruhi draft dan stabilitas. Mekanisme Gaya Apung Tekanan air di bawah kapal lebih besar daripada di atas. Perbedaan tekanan menghasilkan gaya ke atas yang menahan berat kapal. Kapal stabil bila:             W = berat kapal = gaya apung Conto...

KAPAL KANDAS DIDASAR BERLUMPUR

Tindakan Awal Kapal Kandas di Dasar Berlumpur (Silt Landing) 1. Pengertian Silt landing adalah kondisi kapal kandas di dasar berlumpur lunak. Umumnya tidak langsung merusak struktur, tetapi dapat menahan kapal dengan efek hisap ( suction effect ) bila tidak segera ditangani. 2. Langkah Awal Menurut Danton (1996), ICS/OCIMF, serta ketentuan SOLAS dan STCW, tindakan yang harus segera dilakukan adalah: Hentikan Mesin Utama Mencegah kerusakan propeller dan rudder. Menghindari kapal semakin masuk ke lumpur akibat putaran mesin. Tutup Pintu Kedap Air Mengurangi risiko penyebaran air jika terjadi kebocoran. Sesuai SOLAS II-1/15, pintu kedap air harus dapat ditutup dari anjungan. Bunyikan Alarm Umum Memanggil kru ke posisi darurat sesuai muster list . Menjamin tidak ada awak di area berisiko. Mesin Mundur Penuh (Full Astern) saat Air Surut Dilakukan untuk menc...