Grain (Biji-bijian)
Dalam International Grain Code, istilah “grain” mencakup:
- Semua
jenis biji-bijian (cereals), seperti gandum, jagung, beras,
sorgum, barley, oats, rye, millet, dll.
- Pulses
(kacang-kacangan) seperti kacang polong, kacang merah, kacang
lentil.
- Seeds
(biji) yang serupa dengan biji-bijian dan biasanya digunakan
sebagai pangan, pakan ternak, atau untuk industri.
- Termasuk
juga produk olahan kasar seperti beras pecah atau jagung pecah, selama
masih berbentuk butiran dan bukan produk tepung.
Makna dalam konteks keselamatan
- Grain
berbeda dengan general cargo karena sifatnya bisa mengalir (flowing)
dan bergeser (shifting) dalam palka.
- Perpindahan
massa grain saat kapal oleng (heeling) dapat menyebabkan free
surface effect → menurunkan stabilitas kapal.
- Oleh
karena itu, International Grain Code memberikan aturan khusus
mengenai stowage (penyusunan), trimming (perataan), dan grain
stability criteria agar kapal tetap aman saat mengangkut muatan
ini.
Filled Compartment
Menurut International Grain Code:
“Filled compartment” adalah ruang muat
(cargo space) yang diisi dengan grain (biji-bijian) sampai penuh dan diratakan
(trimmed) sehingga permukaan muatan mengikuti bentuk lambung kapal dan
ruangannya terisi dengan baik.
Ciri utama:
- Grain mengisi
seluruh ruang sampai ke atas palka, tanpa ada rongga kosong
besar.
- Permukaan
muatan harus diratakan (properly trimmed) agar stabil dan
tidak mudah bergeser.
- Dengan
kondisi ini, pergerakan muatan (shifting) dapat
diminimalkan, sehingga stabilitas kapal lebih aman.
Perbedaan dengan istilah lain dalam IGC
- Full
Compartment → Ruang muat terisi penuh dengan grain, dengan
trimming yang sesuai sehingga tidak ada ruang kosong signifikan.
- Filled
Compartment → Hampir sama, tapi menekankan pada kondisi sudah
diisi dan diratakan mengikuti bentuk lambung.
- Partly
Filled Compartment → Ruang muat yang tidak penuh terisi
grain → berbahaya karena permukaan grain bisa bergeser saat kapal oleng.
- Grain-Filled
Compartment → Kompartemen yang diisi grain dan sudah
memenuhi kriteria pengisian sesuai aturan IGC.
Partly Filled Compartment
Definisi:
“Partly filled compartment” adalah ruang muat (cargo space)
yang tidak terisi penuh dengan grain sehingga terdapat ruang kosong di
atas permukaan muatan.
Ciri-cirinya:
- Grain
hanya mengisi sebagian ruang muat, tidak sampai penuh.
- Permukaan
grain biasanya tidak rata (untrimmed) → mudah bergeser
ketika kapal mengalami gerakan oleng atau trim.
- Kondisi
ini menimbulkan bahaya stabilitas karena perpindahan
muatan bisa menyebabkan efek permukaan bebas (free surface effect)
yang signifikan.
- Untuk
mengurangi risiko, International Grain Code mewajibkan penggunaan saucering,
strapping, shifting boards, atau metode lain untuk mencegah
pergeseran muatan.
Perbandingan dengan istilah lain:
- Filled
Compartment → Ruang muat terisi penuh dan diratakan (trimmed).
- Partly
Filled Compartment → Ruang muat tidak penuh, sehingga
memerlukan pengamanan tambahan.
- Grain-Filled
Compartment → Istilah umum untuk ruang muat yang berisi grain
sesuai ketentuan kode.
Cleaning and Preparation of Holds and Decks for the Carriage of Grain
1. General Requirement
Sebelum memuat grain, semua holds (ruang
muat) dan decks harus disiapkan agar:
- Bebas
dari kontaminasi (dirt, rust, oil, grease, salt,
residues).
- Bebas
dari kelembapan yang bisa merusak kualitas grain
(menyebabkan jamur, heating, atau fermentasi).
- Dalam
kondisi aman dan sesuai stabilitas untuk meminimalkan
shifting muatan.
2. Steps of Hold Preparation
a. Discharge of Previous Cargo
- Semua
sisa muatan sebelumnya harus dibersihkan total, baik bulk
cargo maupun packaged cargo.
- Sisa-sisa
(residues) berbahaya seperti batubara, mineral ore, atau pupuk tidak
boleh tersisa karena bisa mencemari grain.
b. Cleaning
- Dry
sweeping: Menyapu seluruh permukaan ruang muat, deck, beams,
stringers, ladders, dll.
- Scraping/rust
removal: Mengikis karat longgar, cat terkelupas, atau kerak.
- Washing
(jika perlu): Dengan fresh water, kemudian dikeringkan sempurna.
c. Drying and Ventilation
- Semua
hold harus kering total sebelum loading.
- Gunakan
ventilasi alami atau forced ventilation untuk menghilangkan kelembapan.
d. Inspection
- Chief
Officer melakukan hold inspection bersama surveyor (jika
diwajibkan), untuk memastikan:
- Bebas
bau (odor free).
- Tidak
ada oil, grease, atau bahan kimia.
- Tidak
ada residu cargo sebelumnya.
3. Preparation of Decks and Fittings
- Hatch
covers harus weathertight untuk mencegah masuknya air
hujan atau spray laut.
- Scuppers
dan bilge line harus ditutup dan diproteksi untuk mencegah masuknya grain.
- Bilge
wells dibersihkan dan diberi strainer/cover agar grain
tidak masuk ke bilge system.
- Shifting
boards, saucers, feeder, atau strapping equipment harus dipersiapkan bila
ada ruang yang akan menjadi partly filled compartment.
4. Documentation & Approval
- Banyak
pelabuhan memerlukan Grain Surveyor’s Certificate of Readiness
(COR) sebelum loading.
- Surveyor
akan memeriksa apakah semua hold sudah siap dan sesuai persyaratan
International Grain Code.
Thorough Check for Insect or Rodent Infestation
1. Alasan Pemeriksaan
Sebelum memuat grain, sangat penting dilakukan pemeriksaan
menyeluruh terhadap serangga (insect infestation) dan tikus (rodent
infestation) karena:
- Kontaminasi
muatan: Serangga atau tikus dapat merusak grain, menurunkan kualitas,
dan menimbulkan kerugian komersial.
- Bahaya
kesehatan: Tikus dapat menyebarkan penyakit, serangga dapat berkembang
biak selama pelayaran.
- Klaim
cargo: Jika ditemukan kerusakan akibat infestation, pemilik kapal bisa
menghadapi klaim dari pemilik muatan.
- Kepatuhan:
Banyak negara mengatur bahwa muatan pangan (seperti grain) harus bebas
hama dan hewan pengerat.
2. Cara Pemeriksaan
- Visual
inspection: Memeriksa sudut-sudut hold, stringers, ladder wells, bilge
wells, hatch covers, dan deck.
- Signs
of insects: Adanya serangga hidup, larva, atau bekas kotoran serangga.
- Signs
of rodents: Adanya kotoran tikus, jejak gigi pada kayu/shifting
boards, atau sarang.
- Check
traps: Beberapa kapal memasang perangkap tikus di ruang muat atau deck
area.
3. Tindakan Jika Ditemukan Infestation
- Pembersihan
ulang: Mengulangi sweeping, scraping, atau pencucian.
- Fumigation:
Jika infestation berat, hold atau kapal dapat difumigasi oleh petugas
berlisensi.
- Rodent
control: Pemasangan rodent guards pada tali mooring, serta menutup
akses masuk hewan pengerat.
- Dokumentasi:
Semua tindakan pencegahan dicatat dalam log book dan/atau diperiksa oleh
surveyor.
4. Persyaratan Sertifikat
Sebelum loading, surveyor biasanya memastikan kapal bebas
hama (pest-free).
- Sertifikat
yang umum: Deratting Certificate / Deratting Exemption Certificate sesuai
International Health Regulations (IHR).
Dangers Associated with Using Insecticide in Cargo Holds
1. Toxic Hazards (Bahaya Racun)
- Insecticides
bersifat toksik bagi manusia, dapat menyebabkan keracunan
akut bila terhirup, tertelan, atau terserap melalui kulit.
- Gas
atau uap dari insektisida dapat bertahan lama di ruang muat yang tertutup
→ risiko fatal bagi crew yang masuk tanpa ventilasi dan gas test.
2. Oxygen Depletion (Kekurangan Oksigen)
- Beberapa
jenis fumigant (misalnya phosphine dari aluminium phosphide)
bekerja dengan menggantikan oksigen di dalam ruang muat.
- Hal
ini bisa membuat atmosfer dalam hold anoxic (tanpa oksigen),
berbahaya bagi keselamatan awak kapal.
3. Explosion & Fire Risk
- Beberapa
insektisida menghasilkan gas yang mudah terbakar (flammable),
misalnya phosphine gas.
- Jika
konsentrasi gas tidak terkontrol, ada risiko ledakan bila
kontak dengan sumber panas atau percikan api.
4. Residue Contamination
- Sisa
insektisida dapat menempel pada dinding hold, dek, atau sisa grain.
- Hal
ini bisa mencemari muatan berikutnya, terutama bila kapal memuat pangan
(foodstuff).
5. Crew Safety Issues
- Crew
dapat sakit atau meninggal bila masuk ke hold yang masih
terkontaminasi insektisida tanpa ventilation, gas detection, dan
permit to work.
- Perlindungan
ekstra diperlukan: respirator, protective clothing, training, dan
prosedur masuk ruang tertutup (enclosed space entry procedures).
6. Regulatory & Commercial Risks
- Penggunaan
insektisida harus sesuai dengan aturan internasional dan
persyaratan pelabuhan.
- Jika
tidak sesuai prosedur, kapal dapat ditahan (detention) atau muatan ditolak
oleh penerima (cargo receiver).
Importance of Trimming and How It Should Be Made
1. Importance of Trimming (Pentingnya Perataan Muatan)
Trimming adalah proses meratakan
permukaan muatan grain di dalam hold setelah loading. Tujuannya:
- Prevent
Shifting of Cargo (Mencegah Pergeseran Muatan)
- Grain
bisa bergerak (flowing) saat kapal oleng atau mengalami gerakan trim.
- Pergeseran
muatan dapat menimbulkan free surface effect →
menurunkan stabilitas kapal dan berisiko kapal oleng atau capsizing.
- Maintain
Ship Stability (Menjaga Stabilitas Kapal)
- Permukaan
muatan yang rata membantu distribusi berat lebih merata,
menjaga kapal tetap stabil selama pelayaran.
- Compliance
with International Grain Code
- IGC
mengharuskan grain dikirim dengan permukaan yang rata (properly
trimmed) sesuai bentuk hold untuk ruang yang penuh (filled
compartment).
- Ease
of Survey & Inspection
- Trimming
memudahkan surveyor memeriksa muatan, memastikan hold terisi
dengan aman dan sesuai regulasi.
2. How Trimming Should Be Made (Cara Perataan Muatan)
- Full
Compartment / Filled Hold
- Grain
harus diratakan mengikuti bentuk lambung (contour of the
hold).
- Gunakan shovels,
rakes, conveyors, atau trimming boards.
- Tujuannya
untuk menghilangkan puncak atau lembah sehingga
permukaan muatan seragam.
- Partly
Filled Compartment
- Gunakan shifting
boards, strapping, saucers, atau partitions untuk menghindari
pergeseran.
- Trimming
lebih sulit karena muatan tidak menutupi seluruh hold → perlu metode
khusus untuk mencegah sliding / bulging.
- During
Trimming
- Pastikan grain
tidak terlalu ditekan → bisa menyebabkan damage atau heating.
- Lakukan pemeriksaan
visual berkala dari berbagai sudut hold.
- Final
Check
- Chief
Officer atau surveyor melakukan inspection untuk
memastikan hold:
- Permukaan
grain rata dan sesuai bentuk lambung.
- Tidak
ada ruang kosong yang signifikan.
- Trimming
memenuhi persyaratan International Grain Code.
Trimming of Filled vs Partly Filled Compartments
1. Filled Compartment (Ruang Muat Penuh)
Definisi: Ruang muat diisi penuh dengan grain,
permukaan sudah diratakan mengikuti bentuk lambung kapal.
Tujuan Trimming:
- Menjaga permukaan
grain rata sesuai kontur hold.
- Mencegah
shifting muatan → menjaga stabilitas kapal.
- Memastikan ruang
muat penuh sehingga tidak ada pergeseran yang signifikan.
Cara Trimming:
- Gunakan rakes,
shovels, conveyors, dan trimming boards untuk meratakan
permukaan.
- Pastikan tidak
ada puncak atau lembah.
- Trimming
dilakukan secara menyeluruh mengikuti seluruh bentuk
hold.
Catatan:
- Karena
hold sudah penuh, risiko shifting lebih rendah dibandingkan partly filled
compartment.
- Trimming
fokus pada permukaan atas muatan agar rata.
2. Partly Filled Compartment (Ruang Muat Sebagian)
Definisi: Ruang muat hanya sebagian diisi grain,
sehingga terdapat ruang kosong di atas atau di samping muatan.
Tujuan Trimming:
- Mengurangi
risiko shifting muatan yang lebih tinggi karena grain
bisa bergerak bebas dalam ruang kosong.
- Menjaga stabilitas
kapal walaupun ruang tidak penuh.
Cara Trimming:
- Gunakan shifting
boards, partitions, strapping, atau saucers untuk membatasi
pergerakan grain.
- Permukaan
grain diratakan, tapi juga diberi sekat/penahan untuk
mencegah sliding.
- Trimming
lebih rumit karena muatan tidak menutupi seluruh hold,
sehingga perlu perencanaan posisi muatan dan penahan tambahan.
Catatan:
- Partly
filled compartments lebih berbahaya daripada filled
compartments karena potensi free surface effect lebih tinggi.
Use of Fitting of Shifting Boards
1. Definisi Shifting Boards
Shifting boards adalah papan atau sekat
sementara yang dipasang di dalam hold untuk mencegah
pergeseran grain selama pelayaran.
- Biasanya
terbuat dari kayu, aluminium, atau bahan ringan lainnya.
- Dipasang secara
horizontal atau vertikal sesuai kebutuhan muatan.
2. Tujuan Penggunaan
- Prevent
Cargo Shifting: Mencegah grain bergerak ke satu sisi hold saat
kapal oleng atau bertrim.
- Enhance
Stability: Mengurangi efek free surface (free surface effect)
sehingga kapal tetap stabil.
- Safe
Loading of Partly Filled Compartments: Sangat penting saat ruang
muat tidak penuh, karena grain bisa “mengalir” ke ruang
kosong.
- Protect
Hold Structures: Menahan muatan agar tidak menekan atau merusak
sisi hold.
3. Cara Pemasangan (Fitting)
- Planning: Tentukan
posisi shifting boards sesuai bentuk hold dan lokasi muatan.
- Support: Gunakan stanchions,
battens, atau cleats untuk menopang papan.
- Orientation:
- Horizontal
boards: Membagi muatan menjadi lapisan, mencegah sliding ke
bawah.
- Vertical
boards: Membatasi pergerakan lateral (samping) dari muatan.
- Securing: Pastikan
papan tertahan kuat, tidak mudah bergeser oleh tekanan grain.
- Inspection: Pemeriksaan
berkala selama loading untuk memastikan shifting boards tetap kokoh.
4. Praktik Penting
- Tidak
digunakan untuk full compartment karena muatan sudah
penuh dan diratakan.
- Harus
dipasang sebelum loading atau saat muatan bertahap di
hold.
- Shifting
boards sering dipadukan dengan strapping atau saucers untuk
muatan yang sangat mudah bergerak.
Use of Saucers or Bundles to Reduce Heeling Moments
1. Definisi dan Tujuan
- Saucers adalah struktur
bundar atau melengkung dari grain yang diatur di palka untuk
menahan pergeseran muatan.
- Bundles
of bulk grain adalah muatan grain yang dibungkus atau
dikemas sementara dalam jumlah tertentu untuk membentuk blok atau
paket.
- Tujuan
utama:
- Mengurangi
risiko shifting muatan di hold yang partly
filled.
- Mengurangi heeling
moment (momen kemiringan kapal) akibat pergeseran muatan.
- Menjaga stabilitas
kapal dan keselamatan selama pelayaran.
2. Prinsip Penataan di Square of Hatch
- Square
of hatch adalah bagian tengah dari hatch cover / palka yang
sering menjadi titik pergeseran grain paling kritis.
- Cara
penataan:
- Saucers:
- Dibentuk
dengan grain diatur membulat di sekitar center square.
- Permukaan melengkung
ke luar → menahan pergerakan grain ke tepi hold.
- Bundles
of grain:
- Disusun rapat
di pusat dan sepanjang sudut square.
- Membentuk barrier
alami terhadap pergeseran lateral.
- Distribusi:
- Berat
grain ditempatkan merata di sekitar square agar heeling
moment minimal.
- Ruang
kosong di tengah dan tepi dihindari agar grain tidak “mengalir”
ke satu sisi.
3. Praktik Penting
- Biasanya
digunakan pada partly filled compartments, terutama saat hold
lebih tinggi daripada muatan (muatan sebagian).
- Saucers
dan bundles harus stabil dan cukup padat, tapi tidak
terlalu ditekan agar grain tetap aman.
- Disarankan
dilakukan surveyor inspection setelah penataan untuk
memastikan muatan tidak mudah bergeser.
4. Efek terhadap Heeling
- Dengan
penataan ini, jika kapal oleng ke salah satu sisi, grain
tidak langsung bergerak ke sisi tersebut → heeling moment
berkurang.
- Meningkatkan margin
keselamatan kapal selama pelayaran dan mematuhi persyaratan
International Grain Code.
Securing the Surface of a Partly Filled Compartment Against Movement
1. Masalah pada Partly Filled Compartments
- Ruang
muat yang tidak penuh berisiko tinggi karena permukaan
grain bisa bergerak bebas saat kapal oleng atau bertrim.
- Pergeseran
muatan ini menimbulkan:
- Heeling
moment → kapal miring berlebihan.
- Free
surface effect → menurunkan stabilitas kapal.
- Potensi damage
pada hold structure jika muatan menekan sisi hold.
2. Cara Mengamankan Permukaan Grain
Beberapa metode yang dianjurkan oleh International Grain
Code:
- Shifting
Boards
- Dipasang vertikal
atau horizontal untuk membatasi pergerakan lateral atau
longitudinal.
- Membagi
hold menjadi beberapa blok kecil agar grain tidak “mengalir” bebas.
- Saucers
/ Bundles of Grain
- Grain
disusun melengkung atau dibundel di tengah hold atau
square of hatch.
- Mencegah
pergeseran ke sisi hold → mengurangi heeling moment.
- Partitions
/ Strapping
- Gunakan partitions
atau strapping untuk menahan muatan, terutama di sudut hold.
- Berguna
untuk ruang yang sangat tinggi dibanding muatan.
- Leveling
/ Trimming
- Permukaan
grain harus diratakan sedemikian rupa sehingga tidak
ada puncak atau lembah yang memudahkan pergerakan.
- Digabung
dengan shifting boards atau saucers untuk hasil optimal.
- Surveyor
Approval
- Semua
metode pengamanan biasanya diperiksa oleh grain surveyor sebelum
kapal meninggalkan pelabuhan.
3. Prinsip Utama
- Tujuan
utama: mencegah pergeseran muatan → menjaga stabilitas
dan keamanan kapal.
- Partly
filled compartments memerlukan perhatian ekstra dibanding
full compartments.
- Kombinasi trimming
+ shifting boards + saucers/bundles + strapping biasanya
digunakan.
Separating Two Different Bulk Grain Cargoes in the Same Compartment
1. Alasan Pemisahan
- Dua
jenis grain berbeda dalam satu hold harus dipisahkan karena:
- Mencegah
kontaminasi silang → menjaga kualitas dan nilai komersial
masing-masing cargo.
- Mencegah
reaksi fisik atau kimia (misalnya perbedaan kadar air, heating,
atau fermentasi).
- Memudahkan
surveyor dan penerima muatan untuk inspeksi.
2. Cara Pemisahan
International Grain Code merekomendasikan beberapa metode:
- Using
Temporary Partitions / Boards
- Pasang papan
vertikal atau horizontal di hold untuk membagi ruang menjadi dua
blok terpisah.
- Papan
harus kuat dan kokoh, menahan tekanan grain dari
masing-masing sisi.
- Saucers
/ Bundles
- Bisa
digunakan untuk membentuk barrier alami di antara dua
cargo.
- Membantu mencegah
pergeseran muatan ke sisi lain.
- Trimming
& Leveling
- Pastikan
permukaan grain diratakan di masing-masing blok.
- Hindari
permukaan yang miring atau menumpuk di tengah, karena bisa
menyebabkan sliding ke blok lain.
- Strapping
/ Bagging (Jika Diperlukan)
- Strapping
atau wrapping bisa digunakan untuk mengamankan muatan grain
tertentu, terutama jika salah satu jenis lebih mudah bergeser.
3. Prinsip Utama
- Pemisahan
harus mengurangi risiko shifting dan memastikan
kedua muatan tetap terjaga kualitasnya.
- Semua
metode pemisahan harus ditinjau atau disetujui oleh grain surveyor.
- Jangan
menempatkan grain dengan perbedaan kadar air yang signifikan berdekatan
tanpa sekat → dapat menyebabkan heating atau fermentasi.
Comments
Post a Comment