Skip to main content

KONSTRUKSI DAN STABILITAS KAPAL

Bentuk dan Ukuran Kapal


1. Struktur Lambung (Hull Structure)

General Cargo Ship

  • Keel (Lunas): tulang punggung kapal dari haluan ke buritan.
  • Frames (Rangka): rangka melintang memberi bentuk dan kekakuan.
  • Plating (Pelat Lambung): menutup rangka, menahan air laut dan muatan.
  • Bulkheads (Sekat): membagi kapal menjadi kompartemen, mencegah penyebaran air.
  • Decks (Geladak): lantai horizontal, menambah kekuatan dan ruang muat.
  • Hatch Covers: menutup lubang muat, melindungi dari cuaca.
  • Stringers & Girders: balok longitudinal dan transversal memperkuat struktur.

Tankers (Oil, Chemical, Gas)

  • Double Hull: wajib untuk oil/chemical tanker, meminimalkan risiko tumpahan.
  • Frames & Bulkheads: membagi tangki muatan, segregated ballast tanks.
  • Decks: dilengkapi manifold dan pipa muatan.
  • Tank Openings: manhole covers, safety valves untuk gas carrier.

Bulk Carriers

  • Keel, Frames, Plating: menahan muatan curah berat.
  • Bulkheads: mencegah pergeseran muatan.
  • Decks & Hatch Covers: menutup ruang muat.
  • Ballast Tanks: menjaga stabilitas saat hold kosong.

Combination Carriers

  • Double Hull: fleksibel untuk muatan cair maupun curah.
  • Bulkheads & Plating: tahan tekanan cair dan curah.
  • Decks & Hatch Covers: untuk muatan curah, tank openings untuk cair.

Container Ship

  • Keel, Frames, Plating: menahan beban kontainer.
  • Bulkheads: membagi kompartemen.
  • Decks: diperkuat untuk tumpukan kontainer tinggi.
  • Hatch Covers & Cell Guides: melindungi dan menahan kontainer.
  • Ballast Tanks: menjaga stabilitas.

Ro-Ro Ship

  • Decks: luas untuk kendaraan, multi-deck.
  • Ramp & Doors: akses kendaraan masuk/keluar.
  • Bulkheads: penting untuk keamanan anti-flooding.

Passenger Ship

  • Bulkheads: termasuk watertight bulkheads untuk keselamatan.
  • Decks: multi-deck untuk kabin, ruang publik, fasilitas hiburan.
  • Superstructure: akomodasi penumpang dan bridge.

2. General Arrangement (GA)

  • Forecastle: anchor windlass, storage.
  • Cargo Holds/Tanks/Decks: sesuai jenis kapal.
  • Engine Room: biasanya di buritan.
  • Accommodation & Bridge: di aft atau midship.
  • Ballast Tanks: di double bottom dan sisi kapal.

3. Bentuk Lambung (Hull Form Terms)

  • Camber: kemiringan deck untuk aliran air.
  • Rise of Floor: kenaikan dasar lambung untuk stabilitas.
  • Tumblehome: sisi kapal miring ke dalam di atas waterline.
  • Flare: pelebaran sisi kapal ke luar di haluan.
  • Sheer: kenaikan deck dari midship ke haluan/buritan.
  • Rake: kemiringan haluan/buritan dari vertikal.
  • Parallel Middle Body: bagian tengah dengan lebar konstan.
  • Entrance: bagian haluan memotong air.
  • Run: buritan membentuk aliran air halus.

4. Dimensi Kapal

  • Forward Perpendicular (FP): garis vertikal di haluan.
  • After Perpendicular (AP): garis vertikal di buritan.
  • Length Between Perpendiculars (LBP): jarak FP–AP.
  • Length on Waterline (LWL): panjang kapal di waterline.
  • Length Overall (LOA): panjang total kapal.
  • Base Line: garis referensi dasar kapal.
  • Moulded Depth/Beam/Draught: ukuran di midship.
  • Extreme Depth/Beam/Draught: ukuran maksimum kapal.

5. Fenomena di Haluan dan Buritan

Pounding

  • Benturan berulang haluan dengan permukaan air.
  • Dampak: deformasi, retak, kerusakan struktural.
  • Solusi: plating lebih tebal, frames rapat, bulkhead kuat, material high-strength.

Panting

  • Deformasi berulang pelat haluan akibat tekanan air fluktuatif.
  • Dampak: fatigue, retak.
  • Solusi: plating tebal, frames rapat, stringers tambahan, bulkhead kuat.

Stern Frame

  • Struktur utama buritan mendukung propeller dan rudder.
  • Fungsi: kekakuan struktural, melindungi shaft line, mendukung hull stern.

Transom Stern

  • Buritan datar, umum pada kapal kargo/tanker.
  • Konstruksi: hull plating, stern frame, transom plate diperkuat stiffeners.
  • Fungsi: memperkuat area stern, memudahkan konstruksi, meningkatkan ruang.

Comments

Popular posts from this blog

BUOYANCY

Daya Apung Gaya ke atas dari air terhadap kapal yang terapung, besarnya sama dengan berat air yang dipindahkan oleh bagian kapal yang terendam. Prinsip Archimedes: “Suatu benda yang dicelupkan ke dalam fluida akan mengalami gaya ke atas sebesar berat fluida yang dipindahkan.” Rumus:             = gaya apung (N) = kerapatan air (kg/m³) = percepatan gravitasi (9,81 m/s²) = volume air yang dipindahkan (m³) Makna Operasional: Kapal terapung bila gaya apung = berat kapal. Perubahan muatan, ballast, atau densitas air memengaruhi draft dan stabilitas. Mekanisme Gaya Apung Tekanan air di bawah kapal lebih besar daripada di atas. Perbedaan tekanan menghasilkan gaya ke atas yang menahan berat kapal. Kapal stabil bila:             W = berat kapal = gaya apung Conto...

KAPAL KANDAS DIDASAR BERLUMPUR

Tindakan Awal Kapal Kandas di Dasar Berlumpur (Silt Landing) 1. Pengertian Silt landing adalah kondisi kapal kandas di dasar berlumpur lunak. Umumnya tidak langsung merusak struktur, tetapi dapat menahan kapal dengan efek hisap ( suction effect ) bila tidak segera ditangani. 2. Langkah Awal Menurut Danton (1996), ICS/OCIMF, serta ketentuan SOLAS dan STCW, tindakan yang harus segera dilakukan adalah: Hentikan Mesin Utama Mencegah kerusakan propeller dan rudder. Menghindari kapal semakin masuk ke lumpur akibat putaran mesin. Tutup Pintu Kedap Air Mengurangi risiko penyebaran air jika terjadi kebocoran. Sesuai SOLAS II-1/15, pintu kedap air harus dapat ditutup dari anjungan. Bunyikan Alarm Umum Memanggil kru ke posisi darurat sesuai muster list . Menjamin tidak ada awak di area berisiko. Mesin Mundur Penuh (Full Astern) saat Air Surut Dilakukan untuk menc...