Skip to main content

PERHITUNGAN TRIM DAN DRAFT

Tabel Trim (Trim Tables)


Tabel yang menunjukkan perubahan draft rata-rata (mean draught), draft haluan, dan draft buritan ketika terjadi perubahan trim akibat pemindahan muatan atau perubahan berat kapal.

Tujuan penggunaan:

  • Menentukan draft haluan dan buritan pada kondisi trim tertentu.
  • Menghitung perubahan trim akibat pemindahan beban.
  • Memperkirakan posisi garis air kapal dalam berbagai kondisi pemuatan.

Kompetensi ini termasuk dalam STCW Code Table A-II/1: Monitor the loading, stowage, securing and unloading of cargoes and their care during the voyage.

Trim Kapal

  • Trim: selisih antara draft buritan (draught aft) dan draft haluan (draught forward).
  • Rumus: Trim = Draught aft – Draught forward
    • Positif → trim by the stern (buritan lebih dalam).
    • Negatif → trim by the head (haluan lebih dalam).
    • Nol → even keel (rata).

Trim dapat diubah dengan memindahkan beban ke depan atau belakang Centre of Flotation (CF), atau dengan menambah/mengurangi beban di posisi tertentu.

Centre of Flotation (CF)

  • Titik pusat luas bidang garis air (waterplane area).
  • Bertindak sebagai poros (pivot) saat kapal bertrim.
  • Posisi CF biasanya sedikit di belakang midship, tetapi dapat berubah sesuai draft dan bentuk kapal.
  • Digunakan sebagai acuan dalam perhitungan MCT 1 cm dan tabel trim.

Trimming Moment

Definisi: gaya putar yang menyebabkan kapal bertrim.

  • Rumus: Trimming Moment = Berat (ton) × Jarak dari CF (m)
  • Jika beban dipindahkan: Trimming Moment = Berat dipindahkan × Jarak perpindahan

Contoh:

  • 50 ton ditambah 20 m di depan CF → 1.000 ton·m (trim by the head).
  • 30 ton dipindahkan 10 m ke belakang → 300 ton·m (trim by the stern).

MCT 1 cm (Moment to Change Trim by 1 cm)

Definisi: momen yang diperlukan untuk mengubah trim kapal sebesar 1 cm.

  • Rumus konsep:

           

  • W = Displacement (ton)
  • GMₗ = Longitudinal metacentric height (m)
  • L = Length Between Perpendiculars (m)

Contoh:

  • MCT 1 cm = 200 ton·m → diperlukan momen 200 ton·m untuk mengubah trim 1 cm.
  • Untuk 5 cm → 200 × 5 = 1.000 ton·m.

Perhitungan Perubahan Trim

Langkah:

1.    Tentukan Trimming Moment.

2.    Hitung perubahan trim:

             

3.    Distribusikan perubahan antara haluan dan buritan sesuai posisi CF.

o   Jika CF di tengah → pembagian sama.

o   Jika tidak di tengah → gunakan perbandingan jarak CF ke haluan dan buritan.

Contoh:

  • Draft awal: Aft = 8.20 m, Forward = 7.80 m
  • CF = 2 m abaft midship
  • Trimming Moment = 1.000 ton·m
  • MCT 1 cm = 200 ton·m
  • Perubahan trim = 5 cm → buritan turun 2.5 cm, haluan naik 2.5 cm.
  • Draft baru: Aft = 8.225 m, Forward = 7.775 m.

Perhitungan Draft dengan TPC

TPC (Tonnes per Centimetre Immersion): ton yang diperlukan untuk menambah draft 1 cm.

Langkah:

1.    Draft awal diketahui.

2.    Hitung perubahan draft:

             

3.    Tentukan draft baru: Draft awal ± Δd.

Contoh:

  • Draft awal = 7.80 m
  • TPC = 20 ton/cm
  • Berat ditambah = 200 ton
  • Δd = 200/20 = 10 cm = 0.10 m
  • Draft baru = 7.90 m.

Penggunaan Tabel Trim dan Kurva Trim

  • Trim Table: menunjukkan perubahan draft haluan dan buritan untuk berbagai posisi beban.
  • Trim Curves: grafik hubungan antara trimming moment dan perubahan trim.
  • Digunakan untuk memperkirakan perubahan trim tanpa perhitungan manual.

Keterbatasan Perhitungan

  • Metode tabel trim hanya akurat untuk perubahan kecil.
  • Jika perubahan draft rata-rata besar → data hydrostatik (TPC, MCT 1 cm, CF) berubah signifikan.
  • Solusi: gunakan perhitungan bertahap (progressive calculation) atau data hydrostatik terbaru.

Kesimpulan

  • Trim: selisih draft buritan dan haluan.
  • CF: titik pivot saat kapal bertrim.
  • Trimming Moment: W × d.
  • MCT 1 cm: momen untuk mengubah trim 1 cm.
  • TPC: ton per cm draft.
  • Tabel/Kurva Trim: alat bantu praktis untuk perhitungan.
  • Perhitungan harus mempertimbangkan perubahan besar displacement dengan data hydrostatik terbaru.

Referensi: 

  • STCW Code Table A-II/1

 

 

Comments

Popular posts from this blog

BUOYANCY

Daya Apung Gaya ke atas dari air terhadap kapal yang terapung, besarnya sama dengan berat air yang dipindahkan oleh bagian kapal yang terendam. Prinsip Archimedes: “Suatu benda yang dicelupkan ke dalam fluida akan mengalami gaya ke atas sebesar berat fluida yang dipindahkan.” Rumus:             = gaya apung (N) = kerapatan air (kg/m³) = percepatan gravitasi (9,81 m/s²) = volume air yang dipindahkan (m³) Makna Operasional: Kapal terapung bila gaya apung = berat kapal. Perubahan muatan, ballast, atau densitas air memengaruhi draft dan stabilitas. Mekanisme Gaya Apung Tekanan air di bawah kapal lebih besar daripada di atas. Perbedaan tekanan menghasilkan gaya ke atas yang menahan berat kapal. Kapal stabil bila:             W = berat kapal = gaya apung Conto...

KAPAL KANDAS DIDASAR BERLUMPUR

Tindakan Awal Kapal Kandas di Dasar Berlumpur (Silt Landing) 1. Pengertian Silt landing adalah kondisi kapal kandas di dasar berlumpur lunak. Umumnya tidak langsung merusak struktur, tetapi dapat menahan kapal dengan efek hisap ( suction effect ) bila tidak segera ditangani. 2. Langkah Awal Menurut Danton (1996), ICS/OCIMF, serta ketentuan SOLAS dan STCW, tindakan yang harus segera dilakukan adalah: Hentikan Mesin Utama Mencegah kerusakan propeller dan rudder. Menghindari kapal semakin masuk ke lumpur akibat putaran mesin. Tutup Pintu Kedap Air Mengurangi risiko penyebaran air jika terjadi kebocoran. Sesuai SOLAS II-1/15, pintu kedap air harus dapat ditutup dari anjungan. Bunyikan Alarm Umum Memanggil kru ke posisi darurat sesuai muster list . Menjamin tidak ada awak di area berisiko. Mesin Mundur Penuh (Full Astern) saat Air Surut Dilakukan untuk menc...