Penyebab Kerusakan Ruang Muat
1. Kesalahan Operasional
- Overfilling
atau kurang monitoring saat pemuatan cairan → tekanan berlebih, pipa
pecah.
- Pemuatan
tidak merata → tegangan lokal pada sekat.
- Overpressure
akibat valve/vent tidak dibuka dengan benar.
- Prosedur
tidak sesuai (non-compliance).
- Kurangnya
pengawasan → kebocoran, tumpahan, kontaminasi.
2. Penanganan Peralatan yang Salah
- Grab,
bulldozer, payloader menabrak tank top atau side shell.
- Crane,
derrick, sling mengenai coaming atau tangga.
- Selang
muatan tidak disangga → ketegangan manifold.
- Valve
dibuka saat tekanan tinggi → getaran/impact.
- Hatch
cover dibuka/tutup tidak hati-hati → gasket rusak.
3. Sifat Muatan
- Muatan
korosif (acid/alkali) merusak coating.
- Muatan
panas (bitumen, PFAD) merusak lapisan pelindung.
- Muatan
gas/cair mudah menguap → tekanan internal tinggi.
- Bulk
cargo (bijih, batubara) → deformasi lokal, self-heating.
- Cross-contamination
→ reaksi kimia berbahaya.
4. Kondisi Struktural & Perawatan Buruk
- Korosi
internal akibat ventilasi/drain tidak berfungsi.
- Coating
rusak → karat menyebar.
- Las
lemah → deformasi cepat.
- Kebocoran
kecil dibiarkan → retak besar.
- Residu
muatan menahan air laut → pitting corrosion.
5. Pengaruh Lingkungan
- Air
hujan/laut masuk → korosi, muatan rusak.
- Thermal
shock saat muatan panas masuk tangki dingin.
- Gerakan
kapal (rolling, pitching) → free surface effect.
- Petir/listrik
statis → percikan api.
6. Kontaminasi
- Muatan
baru bereaksi dengan residu lama.
- Cross-line
contamination pada pipa/manifold.
- Pencucian
dengan air laut tidak sesuai coating.
- Sisa
bahan pembersih tidak dibilas sempurna.
Dampak Kerusakan
- Hilangnya
integritas struktur (kebocoran/flooding).
- Kontaminasi
muatan → nilai komersial turun.
- Risiko
kebakaran/ledakan.
- Ancaman
keselamatan personel.
- Biaya
tinggi untuk perbaikan dan keterlambatan pelayaran.
Pencegahan
- Inspeksi
ruang muat sebelum operasi.
- Gunakan
alat muat sesuai prosedur aman.
- Pantau
tekanan, temperatur, aliran muatan.
- Komunikasi
ship–shore efektif.
- Latih
kru tentang sifat muatan.
- Gunakan
checklist ISGOTT.
- Hentikan
operasi bila ada tanda abnormal.
Tata Letak Ruang Muat Kapal
Bulk Carrier
- Cargo
holds: 5–9 ruang muat, dipisahkan bulkheads.
- Hatch
covers & coamings: menutup palka, kedap air.
- Double
bottom & ballast tanks: menjaga stabilitas.
- Hopper
& topside tanks: memperkuat struktur, mencegah shifting.
- Bilge
wells & drainage: menampung sisa air.
- Access
& safety fittings: tangga, sounding pipes, ventilasi.
Oil Tanker
- Cargo
tanks: 9–15 tangki, dipisahkan bulkheads.
- Segregated
ballast tanks: mencegah pencemaran.
- Piping
system: cargo line, stripping line, vent line.
- Pump
room/deepwell pumps: pemompaan muatan.
- Venting
& inert gas system: mencegah ledakan.
- Slop
tanks: menampung sisa muatan.
Container Vessel
- Cargo
holds: dengan cell guides, hatch covers.
- On-deck
area: kontainer diamankan twistlocks, lashing rods.
- Reefer
sockets: untuk kontainer berpendingin.
- Ballast
& bilge system: menjaga stabilitas, pembuangan air.
- Safety
access: ladders, trunkways, ventilasi.
General Cargo Ship
- Cargo
holds: 2–5 ruang muat, kadang dengan tween deck.
- Hatch
covers: folding, rolling, pontoon, single-pull.
- Cargo
gear: derricks, cranes, winches.
- Securing
arrangements: pad eyes, lashing rings, dunnage.
- Ventilation
& bilge system: mencegah kondensasi.
- Safety
features: entry permit, APD, komunikasi aktif.
Kerusakan Akibat Sifat Muatan
- Korosi:
muatan minyak, pupuk, garam, bijih belerang.
- Kontaminasi:
residu muatan lama bereaksi dengan muatan baru.
- Kondensasi:
perubahan suhu → kelembapan, jamur, pembusukan.
- Deformasi:
tekanan tidak merata dari bulk cargo atau cairan.
- Reaksi
kimia: asam, alkali, oxidizers merusak coating.
- Kerusakan
biologis: muatan organik → fermentasi, gas beracun.
- Tekanan
& getaran: muatan tidak diikat → bergeser.
- Self-heating:
batubara, biji-bijian → kebakaran spontan.
Efek Korosi pada Struktur Kapal
- Tegangan
Struktur: stress cyclic, thermal stress, weld joints → stress corrosion
cracking.
- Distribusi
Muatan Tidak Merata: tekanan lokal, abrasive corrosion.
- Reaksi
Kimia: muatan kimia cair, bijih sulfida, pupuk → korosi pitting, galvanik,
atmosferik.
Referensi:
- ICF,
OCIMF, dan IAPH – International Safety Guide for Oil Tankers and
Terminals (ISGOTT), 5th ed., Witherby & Co. Ltd., London, 2006
- Lavery,
H.L. – Shipboard Operations, 2nd ed., Butterworth-Heinemann, London,
1990
- MCA
– Code of Safe Working Practices for Merchant Seamen, Consolidated
Edition, 2009
Comments
Post a Comment